Jakarta, situsenergi.com
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperluas pengembangan bioenergi untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Langkah tersebut mencakup pemanfaatan biomassa, biochar, compressed biomethane gas (CBG), hingga sampah sebagai bahan bakar alternatif.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki potensi bioenergi yang besar, tetapi pemanfaatannya masih memerlukan kolaborasi lintas sektor agar berkembang lebih cepat.
“Memang harus ada keberanian dari kita untuk berkolaborasi, antara PLN, mitra investasi, mitra lokal, pemerintah, regulator, akademisi, hingga dunia usaha agar pengembangan bioenergi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” ujar Hokkop, Kamis (2/7).
PLN EPI mencatat potensi biomassa nasional mencapai 83,4 juta ton per tahun yang berasal dari limbah perkebunan, pertanian, kehutanan, hingga sampah perkotaan. Dalam RUPTL 2025-2029, bioenergi ditargetkan menambah kapasitas pembangkit sebesar 0,61 gigawatt melalui program co-firing, PLTBm, dan biogas.
Hokkop menegaskan transisi menuju energi bersih harus berlangsung bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik maupun daya saing ekonomi.

“Yang kita dorong adalah proses peralihan menuju energi yang lebih bersih secara bertahap, dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik, keterjangkauan tarif, dan daya saing ekonomi nasional,” katanya. (DIN/GIT)
Leave a comment