Home MIGAS Doa dari Laut Natuna, Sumur Migas Ini Dibidik Cetak 25 MMSCFD
MIGAS

Doa dari Laut Natuna, Sumur Migas Ini Dibidik Cetak 25 MMSCFD

Share
Doa dari Laut Natuna, Sumur Migas Ini Dibidik Cetak 25 MMSCFD
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Di tengah laut Natuna, para pekerja migas mengawali pekerjaan dengan doa. Sebelum melakukan tajak Sumur WB-H04 pada 30 September, mereka memanjatkan doa bersama untuk memohon keselamatan selama menjalankan tugas.

Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan kisah tersebut kepada Menteri ESDM di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurut Djoko, doa menjadi bagian penting sebelum aktivitas pengeboran dimulai, terutama karena para pekerja harus menjalankan tugas di tengah laut dengan risiko pekerjaan yang tinggi.

“Tampak, seperti terlihat pada gambar, seluruh pekerja itu tengah memanjatkan doa bersama memohon keselamatan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan doa mereka diijabah oleh Allah SWT, aamiin,” kata Djoko.

Sumur Natuna Dibidik Produksi 25 MMSCFD

SKK Migas bersama PT Medco E&P Natuna telah melakukan tajak atau spud in Sumur Eksploitasi WB-H04 pada 30 September 2026 pukul 07.00 WIB. Lokasinya berada di Wilayah Kerja Block B Natuna.

Djoko menjelaskan, tim akan mengebor sumur tersebut secara directional menggunakan rig SDP (Shelf Drilling Perseverance) berkapasitas 3.000 HP.

Pengeboran menargetkan sejumlah lapisan, yakni Arang-3, ULA, Udang-1, Udang-2, Udang-3, dan Udang 4A pada interval 3.490–5.743 ftMD.

Dari sisi produksi, Sumur WB-H04 ditargetkan menghasilkan gas dengan produksi awal sebesar 25 MMSCFD. Angka tersebut menjadi sasaran produksi awal dari pengeboran di Blok B Natuna.

Pekerjaan pengeboran akan berlangsung selama 55 hari yang mencakup kegiatan move, drilling, hingga initial completion. Untuk menjalankan proyek tersebut, nilai Approved for Expenditure (AFE) mencapai US$29,5 juta.

Kerja 24 Jam Jauh dari Daratan

Di balik target produksi tersebut, para pekerja harus menjalankan aktivitas selama 24 jam di tengah Laut China Selatan atau Laut Natuna.

“Mereka bekerja 24 jam jauh di tengah laut China Selatan – Laut Natuna meninggalkan anak istri dengan taruhan nyawa demi mencari migas buat seluruh rakyat Indonesia,” ujar Djoko.

Karena itu, kegiatan pengeboran Sumur WB-H04 akan mengikuti program yang telah ditetapkan dengan mengutamakan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Good Engineering Practices.

SKK Migas berharap seluruh rangkaian pekerjaan berjalan aman dan lancar sehingga target produksi dapat tercapai, bahkan melampaui sasaran. Doa pun menjadi bagian dari harapan agar kegiatan tersebut berlangsung selamat. (MK/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bisnis Pertamina Tak Terintegrasi Berakibat Harga BBM Mahal

Oleh: Defiyan CoriEkonom Konstitusi Isu krusial dan kunci dalam Rancangan Undang-Undang Minyak...

Siap-Siap Kaget! Harta Karun Bunyu Tiba-Tiba Meledak 2.000 Persen Lebih

Jakarta, Situsenergi.com Kejutan besar menghampiri industri minyak dan gas bumi nasional. SKK...

Hari Kesaktian Pancasila, Pertamina Bawa Pesan Penting soal Energi

Jakarta, Situsenergi.com Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi Pertamina untuk kembali menegaskan...

Pertamina Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Koperasi Desa Merah Putih

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga memperkuat dukungan terhadap Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah...