Home MIGAS Siap-Siap Kaget! Harta Karun Bunyu Tiba-Tiba Meledak 2.000 Persen Lebih
MIGAS

Siap-Siap Kaget! Harta Karun Bunyu Tiba-Tiba Meledak 2.000 Persen Lebih

Share
Siap-Siap Kaget! Harta Karun Bunyu Tiba-Tiba Meledak 2.000 Persen Lebih
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Kejutan besar menghampiri industri minyak dan gas bumi nasional. SKK Migas bersama Pertamina EP Zona 10 mengumumkan lonjakan produksi dahsyat dari Lapangan Bunyu, Kalimantan Utara. Kegiatan Well Intervention pada Sumur BN-38 membuahkan hasil yang mencengangkan dan jauh melampaui perkiraan awal.

Para pelaku industri migas tentu tidak boleh melewatkan momentum emas ini. Sebelum pekerjaan intervensi dimulai, Sumur BN-38 hanya mampu mencatatkan produksi minyak sekitar 8 BOPD. Kondisi low production tersebut memicu langkah cepat tim operasional untuk melakukan reopening Lapisan J-72 sekaligus memasang gas lift guna membangkitkan kembali potensi tersembunyi sumur tersebut.

Langkah strategis ini terbukti memicu ledakan produksi yang luar biasa. Hasil uji produksi dari Lapisan J-72 pada interval 1.076,5 hingga 1.077,5 meter mencatatkan angka minyak sebesar 733 BOPD. Capaian spektakuler ini menembus 2.221 persen dari target awal yang hanya 33 BOPD. Tidak berhenti di situ, produksi gas ikut melonjak drastis mencapai 0,52 MMSCFD dari target semula 0,10 MMSCFD, alias meroket 520 persen.

Tambahan pasokan ini langsung memperkuat portofolio energi nasional karena Sumur BN-38 sudah resmi berstatus Put on Production. Artinya, aliran minyak segar tersebut langsung masuk ke sistem produksi Pertamina EP Zona 10 tanpa menunda waktu.

Keberhasilan luar biasa ini makin sempurna berkat efisiensi biaya operasional yang amat ketat. Penggunaan Rig Own SIP-02 berkapasitas 350 HP menyelesaikan seluruh rangkaian pekerjaan hanya dalam durasi 9 hari, hingga rig resmi release pada 28 September 2026. Realisasi biaya lapangan mencatatkan angka sekitar USD 85.896. Angka tersebut jauh menghemat anggaran dari rencana awal sebesar USD 139.896,21, atau hanya menghabiskan sekitar 61 persen dari pagu dana.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan keberhasilan ini menjadi angin segar untuk mengejar target lifting nasional menjelang akhir tahun.

“Dengan demikian terbukti doa Bapak-Ibu dikabulkan Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa produksi bisa ribuan persen di atas target. Untuk itu mohon kita terus berdoa minta kepada Tuhan, Insya Allah sisa kegiatan pemboran, WO/S sampai dengan akhir Desember 2026 mendapatkan produksi yang lebih besar berlipat ganda dari target tiap sumurnya,” papar Djoko Siswanto di Jakarta pada Rabu, 1 Oktober 2026.

Capaian fenomenal Sumur BN-38 ini membuktikan bahwa potensi migas Indonesia masih menyimpan kejutan besar. Keberhasilan di Lapangan Bunyu sekaligus menjadi sinyal kuat bagi kebangkitan sektor energi tanah air. (MK/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Hari Kesaktian Pancasila, Pertamina Bawa Pesan Penting soal Energi

Jakarta, Situsenergi.com Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi Pertamina untuk kembali menegaskan...

Pertamina Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Koperasi Desa Merah Putih

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Patra Niaga memperkuat dukungan terhadap Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah...

Jangan Sampai Kehabisan! Pertamina Bikin Lombok Melonjak Jelang MotoGP 2026

​jakarta, Situsenergi.com Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tinggal menghitung hari!. Ajang...

Dari Limbah Jerami hingga Energi Air, Jurus Pertamina Ubah Potensi Sumbar Jadi Cuan

Sumbar, Situsenergi.com Potensi lokal di Sumatera Barat mulai mendapat sentuhan baru. PT...