Jakarta, Situdenergi.com
Mandailing Natal, Hotfokus.com – Setelah bertahun-tahun mengandalkan penerangan terbatas, warga Desa Patialo, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kini menikmati listrik PLN selama 24 jam.
Desa yang berada sekitar 7 kilometer dari jalan utama Kecamatan Kotanopan itu mendapat akses listrik melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) pemerintah melalui Kementerian ESDM. Sebanyak 108 kepala keluarga kini dapat menjalankan aktivitas dengan pasokan listrik yang lebih stabil.
Sebelum listrik PLN masuk, malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi warga. Anak-anak belajar menggunakan lampu teplok, sementara sebagian kebutuhan listrik mengandalkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan jaringan swadaya.

Kisah tersebut turut dialami Asmaul Husna. Putri asli Patialo itu berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, tetapi proses belajar daring sebelumnya kerap terganggu karena pasokan energi dan internet tidak stabil.
“Dulu, kami belajar membaca dan berhitung menggunakan lampu teplok. Setelah ada listrik dari kincir air (PLTMH), kami mulai bisa memakai wifi, tapi jaringannya sering terputus-putus, apalagi saat saya harus belajar lewat Zoom,” tutur Husna.
Kondisi serupa terjadi dalam kegiatan mengaji. Nurlina Lubis, guru ngaji di Patialo, mengatakan dirinya dulu mengandalkan lampu pelita untuk mengajar anak-anak.

“Dulu ngaji di sini pakai lampu teplok. Kalau mati lampu atau minyak tanah habis, anak-anak jadi tidak bisa mengaji lagi. Mereka sedih,” ujar Nurlina.
Kini, hadirnya listrik PLN mengubah aktivitas warga. M. Jamil Lubis, pekebun kayu manis di Patialo, menyampaikan apresiasi atas masuknya jaringan listrik ke desa tersebut.
“Sebagai warga Desa Patialo, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah membantu sehingga listrik PLN bisa masuk ke desa kami,” kata Jamil.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menilai pasokan energi yang stabil dapat membantu masyarakat menyusun rencana pengembangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.
“Dengan adanya listrik ini dan sudah menyala secara stabil, maka kehidupan masyarakat sudah bisa merencanakan kegiatan-kegiatan ekonomi,” ujar Saipullah.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan akses listrik memiliki peran penting dalam mendorong pendidikan, layanan kesehatan, ekonomi lokal, hingga kualitas hidup masyarakat.
“Kami percaya bahwa listrik merupakan fondasi pembangunan yang mampu membuka akses pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur Darmawan.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan kondisi geografis Patialo tidak menghalangi upaya PLN menghadirkan jaringan listrik.
“Membangun jaringan distribusi di wilayah seperti Desa Patialo adalah wujud komitmen PLN untuk hadir di tengah masyarakat. Medan berbukit dan akses jalan yang terbatas tidak menjadi penghalang,” ujar Arsyadany.
Dengan listrik yang kini menyala sepanjang hari, warga Patialo mendapat ruang lebih luas untuk belajar, bekerja, beraktivitas, dan mengembangkan potensi ekonomi desa. (*)
Leave a comment