Jakarta, Situsenergi.com
PT PLN (Persero) terus memulihkan jaringan listrik di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 pada Sabtu (15/8).
PLN telah menormalkan seluruh 11 Gardu Induk (GI) yang terdampak. Kini, perusahaan fokus memperbaiki jaringan distribusi hingga ke pelanggan yang masih mengalami gangguan.
Hingga Minggu (16/8) malam, sebagian besar jaringan sudah kembali beroperasi. Namun, 29 dari 1.557 desa masih belum mendapat pasokan listrik karena akses terbatas dan sejumlah wilayah masih terisolir akibat gempa serta longsor.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan tim terus mengerahkan personel, material, dan peralatan untuk mempercepat pemulihan.
“Pasokan utama kelistrikan Flores sudah kembali dalam kondisi normal. Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali sampai ke masyarakat di seluruh titik yang masih terdampak,” ujar Darmawan.
Menurutnya, petugas menghadapi tantangan berupa kerusakan jaringan dan akses menuju sejumlah titik pelanggan. PLN juga memastikan aspek keselamatan sebelum menyalurkan kembali listrik.

“Dalam kondisi seperti ini, kami harus bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengabaikan keselamatan. Setiap jaringan yang akan dinyalakan harus dipastikan terlebih dahulu aman,” kata Darmawan.
General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono menambahkan, petugas masih melakukan asesmen, perbaikan, dan penormalan di sejumlah lokasi.
PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta pihak terkait untuk membuka akses ke wilayah yang masih terisolir.
“Dukungan dan koordinasi dengan seluruh pihak sangat penting, terutama untuk menjangkau wilayah yang aksesnya terdampak. Kami akan terus mengawal proses ini sampai seluruh pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik,” ujar Eko. (*)
Leave a comment