Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Eneri (PHE) melalui PT Pertamina EP menandatangani dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dalam ajang IPA Convex 2026 di ICE BSD. Kerja sama ini memperkuat produksi migas nasional sekaligus menjaga pasokan energi bagi sektor industri.
PJBG pertama diteken bersama PT Pertamina Hulu Rokan untuk pasokan 37.981 BBTU gas dari Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 4/Aset 2 hingga 2030. Penyaluran dimulai sebesar 11 BBTUD pada 2026, meningkat menjadi 30 BBTUD di 2027, lalu 21 BBTUD pada periode 2028-2030.
Corporate Secretary PHE Hermansyah Y. Nasroen mengatakan sinergi tersebut mendorong pemanfaatan gas bumi secara optimal untuk mendukung lifting migas nasional.
“Sinergi ini mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk mendukung lifting migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi,” kata Hermansyah dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Selain itu, Pertamina EP juga meneken PJBG dengan PT Cikarang Listrindo untuk pasokan 6,18 MMSCFD gas dari struktur Akasia Bagus. Gas tersebut akan memasok kebutuhan PLTGU di kawasan industri Jababeka dan MM2100.
Menurut Hermansyah, kolaborasi itu penting untuk menjaga keandalan energi bagi sektor manufaktur dan kawasan industri.
“Kolaborasi ini memastikan pasokan energi andal bagi sektor manufaktur dan industri,” ujarnya.

Melalui dua kerja sama tersebut, PHE menegaskan komitmen dalam mengelola sumber daya gas bumi nasional untuk mendukung sektor hulu migas dan kebutuhan energi industri. Langkah ini juga sejalan dengan prinsip ESG serta penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016. (DIN/GIT)
Leave a comment