Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali mencuri perhatian setelah meraih penghargaan “Sapphire” dalam Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang digelar Hukumonline di Jakarta. Predikat ini menjadi level tertinggi dalam ajang kepatuhan regulasi bergengsi tersebut.
Capaian itu sekaligus mempertegas konsistensi PGE dalam menjaga tata kelola perusahaan di tengah dorongan pengembangan energi hijau nasional. Sebelumnya, perusahaan panas bumi milik Pertamina Group itu juga sempat meraih penghargaan “Diamond” dari ajang yang sama.
IRCA 2026 diikuti lebih dari 130 perusahaan lintas sektor. Dewan juri independen dari kalangan pakar hukum menilai implementasi kepatuhan regulasi hingga integritas bisnis masing-masing peserta.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan integritas menjadi fondasi utama dalam setiap langkah bisnis perusahaan. Menurutnya, kepercayaan publik tidak cukup dibangun lewat kinerja operasional semata.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa jalan yang kami tempuh adalah jalan yang benar,” ujar Ahmad Yani, Jumat (29/5/2026).
Sementara itu, Manager Legal & Compliance PGE Adityo Haryoseto menilai penghargaan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis berbasis kepatuhan hukum.
“Sebagai bagian dari Pertamina Group yang bergerak di bidang energi hijau, PGE menjalankan setiap kegiatan bisnis dengan landasan kepatuhan regulasi dan integritas yang tak tergoyahkan,” kata Adityo.

Ke depan, PGE memastikan akan terus memperkuat tata kelola perusahaan dan kepatuhan hukum. Langkah itu menjadi fondasi penting untuk mewujudkan visi sebagai produsen panas bumi terkemuka di dunia. (DIN/GIT)
Leave a comment