Denpasar Selatan, situsenergi.com
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bali resmi dimulai. PT PLN (Persero) memperkuat dukungannya melalui penandatanganan Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) untuk memastikan listrik hasil pengolahan sampah masuk ke sistem kelistrikan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan proyek ini menjadi langkah strategis mempercepat penanganan sampah nasional. Menurutnya, pemerintah telah memperkuat kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.

“Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Zulkifli.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan PSEL mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai. “PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” katanya.
PSEL Bali memiliki kapasitas mengolah 1.200–1.650 ton sampah per hari dengan potensi pembangkitan listrik hingga 30 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi yang ditargetkan mampu mengolah 14.928 ton sampah per hari dengan kapasitas listrik mencapai 310,3 MW. (*)
Leave a comment