Jakarta, Situsenergi.com
Energi terbarukan mulai mengubah wajah desa-desa di Indonesia. Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), PT Pertamina (Persero) tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan warga, hingga memulihkan lingkungan.
Perubahan itu terlihat di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bersama masyarakat, Burhanudin berhasil menghijaukan kembali hutan lindung yang sempat gundul pada 2018 dengan menanam sekitar 30 ribu pohon.
Kini, desa tersebut mengembangkan peternakan, ekowisata, serta produk olahan kelapa seperti VCO, cocopeat, dan briket. Aktivitas ekonomi ini melibatkan 60 tenaga kerja dan menghasilkan perputaran uang sekitar Rp60 juta per tahun, dengan dukungan panel surya berkapasitas 6,6 kWp.

“Semakin banyak pohon yang tertanam, semakin banyak sumber perekonomian baru yang tumbuh di desa ini,” kata Burhanudin.
Perubahan serupa terjadi di Dusun Bondan, Cilacap. Jika hingga 2017 warga belum menikmati listrik dan harus menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer menggunakan perahu untuk mendapatkan air bersih, kini pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) mengubah kehidupan mereka.
Listrik tersebut menggerakkan aerator tambak dan teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih. Koperasi desa juga menjaga operasional pembangkit melalui iuran Rp25 ribu per keluarga setiap bulan.
VP CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto mengungkapkan, program DEB kini telah menjangkau 310 desa, sementara 24 desa lainnya masih dalam pengembangan.
Pertamina menargetkan jumlahnya mencapai 334 desa pada akhir 2026 dan berkembang menjadi 732 desa pada 2030. Pengembangan program mencakup ketahanan pangan, pesisir modern, dan wisata energi.
“Kami berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, berbasis sumber daya lokal,” kata Rudi.
Dampaknya cukup besar. Program ini menghasilkan kapasitas energi 1,595 juta Wp dan 973 ribu meter kubik biogas, serta menciptakan nilai ekonomi kerakyatan lebih dari Rp26 miliar per tahun.

Jumlah penerima manfaatnya juga melampaui 283 ribu orang. Selain itu, DEB berkontribusi mengurangi emisi lebih dari 1,1 juta ton CO2 ekuivalen dan mengelola 145 ribu ton sampah setiap tahun.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa transisi energi bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan. Pertamina pun mendorong energi bersih menjadi fondasi ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat. (*)
Leave a comment