Home MINERBA Pemerintah Ketatkan Pasokan Batu Bara, Pendapatan Negara Tembus Rp165 Triliun
MINERBA

Pemerintah Ketatkan Pasokan Batu Bara, Pendapatan Negara Tembus Rp165 Triliun

Share
Pemerintah Ketatkan Pasokan Batu Bara, Pendapatan Negara Tembus Rp165 Triliun
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Indonesia mulai menghentikan tren obral murah batu bara di pasar internasional. Melalui pengendalian produksi lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), pemerintah berhasil meningkatkan nilai tawar komoditas nasional sekaligus mendongkrak penerimaan negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa strategi menahan laju produksi terbukti efektif menjaga harga batu bara dunia.

“Jadi produksinya terkoreksi, turun, tapi pendapatannya naik. Ini baru paten. Gak dijual murah barang kita,” kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Bahlil memaparkan, konsumsi batu bara dunia mencapai 8,9 miliar ton per tahun dengan volume perdagangan antarnegara sebesar 1,3 miliar ton. Pada 2025, Indonesia menyuplai 540 juta ton atau 43 persen pasokan dunia. Namun, besarnya pasokan itu sebelumnya tidak berbanding lurus dengan keuntungan negara karena pembukaan lahan tambang yang terlalu jorjoran.

Setelah aturan Harga Batubara Acuan (HBA) sempat diabaikan pasar, pemerintah memilih fokus menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Hasilnya, harga batu bara tahun ini merangkak naik hingga mencapai 154 dolar AS.

“Jangan seperti orang yang baru puasa, tiba-tiba buka puasa, apa aja yang mau dimakan,” ujar Bahlil mengingatkan pengusaha agar tidak saling mendahului.

Kendati jumlah perusahaan yang mengajukan RKAB naik dari 500 pada 2025 menjadi 650 pada 2026, Bahlil menekankan pentingnya pembagian kuota yang adil. Saat harga turun, produksi tidak boleh terus digenjot.

Strategi ini berbuah manis pada penerimaan negara. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ESDM yang pada 2025 sebesar Rp130–135 triliun, telah menembus Rp141 triliun per 1 Oktober 2026 dan diproyeksikan mencapai Rp160–165 triliun hingga akhir tahun. Langkah ini memastikan batu bara Indonesia tidak dijual murah sekaligus menjaga cadangan. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

ESDM Kaji Hilirisasi Batubara Rendah Kalori Jadi Migas

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah berencana mengoptimalkan pemanfaatan batu bara berkalori rendah (low kalori)...

Bikin Heboh! Raksasa Alat Berat Resmi Gandeng ABC Multifinance di Mining Indonesia 2026

​JAKARTA, Situsenergi.com Ajang pertambangan terbesar, Mining Indonesia 2026, resmi dibuka di Jakarta...

PTBA Targetkan Proyek Hilirisasi Batubara Digarap Tahun Depan

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) komitmen menjalankan proyek hilirisasi batubara...

Timah Rakyat Tetap Dibeli, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tata kelola pertimahan...