Home MIGAS PIEP Cetak Nilai Inovasi US$197 Juta, Bukan Sekadar Penghematan!
MIGAS

PIEP Cetak Nilai Inovasi US$197 Juta, Bukan Sekadar Penghematan!

Share
Share

Yogyakarta, Situsenergi.com

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) mencatat penciptaan nilai atau value creation sebesar US$197 juta melalui inovasi dan program perbaikan berkelanjutan dalam Innovation and Improvement Forum (IIF) 2026. Capaian ini berasal dari kontribusi peningkatan pendapatan (revenue growth) dan penghematan biaya (cost saving).

Forum yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Hotel Tentrem Yogyakarta tersebut mengusung tema “Driving Resilient Global Growth Through Innovation and Operational Excellence”. Sebanyak 38 gugus menampilkan inovasi terbaik dengan dukungan 206 peserta, 14 juri, dan jajaran manajemen.

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menegaskan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan strategis untuk menghadapi tantangan industri energi global. Menurutnya, perusahaan harus terus meningkatkan standar operasional meskipun telah mencapai hasil yang membanggakan.

“Operational excellence is our baseline, dan baseline itu akan terus naik. Karena itu, semangat untuk berinovasi dan melakukan perbaikan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari seluruh perwira PIEP,” ujar Syamsu.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Ia juga menyoroti kontribusi berbagai fungsi organisasi, termasuk manajemen rantai pasok, dalam menciptakan nilai melalui kolaborasi, optimalisasi komersial, integrasi proses, dan sinergi antarfungsi.

VP Business Support PIEP, Eri Budi Shidartha, mengatakan inovasi harus menghasilkan solusi nyata yang dapat diterapkan dan dikembangkan lebih luas. Pada IIF 2026, sebanyak 34 gugus meraih kategori Gold, empat gugus memperoleh Silver, dan satu gugus masuk kategori Non Category.

“Perjalanan kita setelah IIF adalah share, apply, replicate, dan scale. Inovasi harus mampu hidup melampaui forum ini dan menjadi bagian dari cara kita bekerja sehari-hari,” kata Eri.

Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H. Samsu, turut menekankan pentingnya kemampuan perusahaan untuk terus beradaptasi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Forum ini juga menghadirkan Purnomo Yusgiantoro untuk membahas dinamika geopolitik, investasi energi, tata kelola, dan manajemen risiko di industri hulu migas global.

Melalui IIF 2026, PIEP mendorong para perwira agar terus mengembangkan inovasi yang meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi perusahaan. ***

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Bikin Petani Bali Makin Mandiri, Pendapatan Tembus Rp585 Juta Setahun

Bali, Situsenergi.com Petani di kawasan Subak Sembung, Uma Palak, Denpasar Utara, Bali,...

ASCOPE ke-51 Berakhir, Pertamina Ungkap Kunci Masa Depan Energi ASEAN

Bali, Situsenergi.com Pertemuan Dewan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) ke-51...

Pertamina Punya Jurus Cetak Anak Muda Inovatif, dari Beasiswa hingga Startup

Jakarta, Situsenergi.com Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi PT Pertamina...

Pertamina Satukan Negara Asia, Ini 6 Jurus Jaga Ketahanan Energi ASEAN

Bali, Situsenergi.com Pertamina mendorong penguatan kerja sama energi regional melalui pertemuan Dewan...