Bali, Situsenergi.com
Petani di kawasan Subak Sembung, Uma Palak, Denpasar Utara, Bali, mulai merasakan manfaat energi terbarukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), PT Pertamina (Persero) mengintegrasikan energi surya dan mikrohidro untuk mendukung irigasi, operasional pertanian, hingga pengolahan hasil panen.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, Wayan Sukadana (47), mengatakan teknologi tersebut membantu petani mengatasi keterbatasan air, terutama saat musim kemarau.
“Sebelum ada SIUMA, kami sering mengalami keterbatasan pasokan air untuk mengairi sawah, terutama saat musim kemarau. Sekarang, dengan adanya teknologi sensor kelembaban tanah yang didukung listrik dari mikrohidro, kami dapat mengetahui lahan mana yang membutuhkan air dan mana yang sudah cukup,” ungkap Wayan.
Teknologi SIUMA menggabungkan kincir air atau mikrohidro dengan panel surya untuk mendukung pengairan lahan seluas 10,26 hektare. Petani juga mulai menggunakan traktor listrik berbaterai yang dapat mengisi daya dari energi terbarukan sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar diesel.

Mesin Giling Padi hingga Wisata Sawah
Pertamina turut menyerahkan mesin giling padi elektrik berkapasitas 200 kilogram per jam untuk membantu petani mengolah hasil panen secara lebih efisien. Dukungan ini diharapkan meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang pendapatan baru.
Saat ini, sebanyak 185 petani mengelola kawasan pertanian Subak Sembung dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 400 warga. Aktivitas pertanian dan pariwisata di kawasan tersebut menghasilkan pendapatan lebih dari Rp585 juta per tahun, termasuk melalui pengembangan beras premium Mentik Susu.
Kawasan ini juga memiliki jalur joging sepanjang 2,4 kilometer dan 43 titik lampu otomatis yang memanfaatkan energi SIUMA.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan model pemberdayaan tersebut menarik perhatian delegasi ASCOPE yang mengunjungi Uma Palak Lestari.
“Bahkan, delegasi dari Timor Leste secara khusus menanyakan konsep detail dan potensi pendapatan petani untuk dipelajari,” ujar Arya.

Secara nasional, Pertamina telah mengembangkan 310 Desa Energi Berdikari, dengan 62 desa mencapai tahap mandiri setelah pendampingan sekitar tiga hingga lima tahun. (*)
Leave a comment