Jakarta, Situsenergi.com
PT Elnusa Tbk (Elnusa), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional melalui pengembangan teknologi, peningkatan keunggulan operasional, dan kolaborasi industri.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Elnusa Energy Connect 2026, bagian dari rangkaian Elnusa Journalistic Award (EJA) 2026. Forum bertema “Connecting Capabilities. Inspiring Action. Building Trust” ini mempertemukan pakar energi, jajaran Pertamina Group, pelaku industri, dan pemimpin redaksi media untuk membahas tantangan sektor energi.
Industri migas menghadapi tantangan berupa penurunan alamiah produksi dan peningkatan kebutuhan energi. Pemerintah menargetkan lifting minyak nasional mencapai 610 ribu barel per hari pada 2026, kemudian menggunakan asumsi 612,5 ribu barel per hari untuk 2027.

Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menilai industri membutuhkan keterpaduan kemampuan, inovasi teknologi, dan kerja sama lintas pemangku kepentingan. Melalui penguatan kompetensi dan keunggulan operasional, Elnusa berupaya menghadirkan layanan kompetitif yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Tiga Strategi Elnusa Perkuat Bisnis
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, memaparkan tiga strategi utama perusahaan, yakni Cost Leadership, Synergy, dan Operational Excellence. Strategi ini berfokus pada efisiensi biaya, optimalisasi aset, serta penguatan sinergi bisnis di lingkungan Pertamina Group.
Elnusa mengembangkan portofolio layanan yang mencakup jasa hulu migas, pemeliharaan aset, serta distribusi dan logistik energi. Perusahaan juga memperkuat penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan keandalan operasi.
Salah satu langkah konkretnya terlihat dalam proyek percontohan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding di Lapangan Rama, yang dikelola PHE OSES. Proyek tersebut memulai injeksi polimer pada Juli 2026 untuk meningkatkan potensi produksi lapangan migas yang telah memasuki fase matang.
Selain itu, Elnusa mengembangkan PERTASTREAM In-Line Inspection Ultrasonic Testing (ILI UT) untuk mendukung inspeksi dan pemeliharaan integritas infrastruktur migas.
Kolaborasi Jadi Kunci Ketahanan Energi
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menegaskan bahwa inovasi dan kolaborasi memegang peran penting dalam menghadapi tantangan energi.

“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan industri untuk berinovasi, beradaptasi terhadap perubahan, dan membangun kolaborasi yang kuat,” ujar Rustam.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, turut mengapresiasi Elnusa Energy Connect sebagai ruang dialog antara pelaku industri dan insan media. Ia juga menilai Elnusa Journalistic Award dapat mendorong peningkatan kualitas karya jurnalistik sektor energi sekaligus membuka jalan menuju Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP).
Di sisi keberlanjutan, Elnusa menghadirkan kampanye ELSA Green Bottle Movement untuk mendorong konsumsi bertanggung jawab dan mendukung ekonomi sirkular.
Melalui inovasi teknologi, penguatan bisnis, dan kolaborasi industri, Elnusa berupaya mendukung peningkatan produktivitas migas serta memperkuat daya saing industri energi nasional. (***)
Leave a comment