SORONG, Hotfokus.com
Keandalan listrik menjadi perhatian serius dalam menjaga operasional migas di Papua Barat Daya. Karena itu, Pertamina EP Papua Field dan PLN UP3 Sorong memperkuat sinergi untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil di area operasi.
Pertemuan kedua perusahaan berlangsung di Kantor Pertamina EP Papua Field, Jumat (4/9/2026). Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi kesempatan bagi kedua entitas BUMN untuk mengevaluasi pasokan listrik sekaligus membahas kebutuhan infrastruktur ke depan.
DRUPS Sudah Amankan 41 Gangguan Listrik
Salah satu sorotan utama berada di Lapangan Klamono. Fasilitas Diesel Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) terbukti membantu menjaga stabilitas kelistrikan saat jaringan mengalami gangguan.

Catatan operasional sejak Januari hingga 4 September 2026 menunjukkan DRUPS telah mengamankan 41 kali gangguan jaringan listrik. Kondisi tersebut membantu Pertamina EP menekan potensi downtime dalam kegiatan operasional migas.
Field Manager Pertamina EP Papua Field, Ardi, mengapresiasi dukungan PLN terhadap kegiatan produksi migas di Tanah Papua.
Sinergi bersama PLN merupakan kunci penting dalam menjaga keberlanjutan dan keandalan produksi migas di tanah Papua.”
Ardi juga mendorong percepatan penyediaan gardu trafo untuk program Sambung Daya 66 kVA di Lapangan Klamumuk yang telah direncanakan sejak 2025.
Pertamina Soroti Keselamatan Operator
Selain pasokan listrik, Pertamina EP juga menyoroti aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Pertamina meminta PLN mengevaluasi penambahan operator di Power Plant Lapangan Klamono. Saat ini, fasilitas tersebut hanya memiliki satu personel standby sehingga Pertamina mendorong penerapan buddy system untuk mengurangi potensi risiko kerja.
PLN Siap Percepat Infrastruktur
Manager PLN UP3 Sorong Deni Muhamad Abrar menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti berbagai catatan teknis Pertamina EP.
“PLN berkomitmen untuk segera menindaklanjuti evaluasi teknis, pemenuhan aspek keselamatan kerja personel, serta percepatan infrastruktur di Klamumuk.”
Tak berhenti di Klamono dan Klamumuk, kedua pihak juga membuka peluang perluasan kerja sama ke Lapangan Sele dan Linda. Kedua area tersebut masih menggunakan daya non-PLN sehingga Pertamina EP dan PLN akan melakukan kajian keekonomian serta menyusun rencana kerja bersama.
Langkah ini diarahkan untuk mendukung operasional migas yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan. (***)
Leave a comment