Jakarta, Situsenergi.com
Pemerintah mulai menyiapkan program E50, yaitu bahan bakar bensin yang dicampur 50 persen bioetanol, sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden yang meminta pemerintah meniru keberhasilan implementasi program B50 pada sektor biodiesel.
“Kami mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden untuk mempelajari kesuksesan B50 dan menerapkannya untuk E50. Bapak Presiden memerintahkan agar langkah-langkah pembangunan E50 segera disusun,” kata Bahlil, Jumat (18/9/2026).
Menurut Bahlil, program E50 ditujukan untuk meningkatkan porsi pemenuhan kebutuhan BBM dari sumber energi dalam negeri. Saat ini konsumsi solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sementara konsumsi bensin berada di kisaran 39-40 juta kiloliter per tahun.
Selain E50, pemerintah juga akan mendorong peningkatan produksi minyak nasional melalui eksplorasi blok dan cekungan baru serta optimalisasi produksi sumur tua. Upaya ini diharapkan dapat mendukung peningkatan lifting minyak di tengah kebutuhan energi yang terus bertambah.

Bahlil menegaskan Presiden meminta pengelolaan sumur tua dilakukan secara profesional dan sesuai aturan. Terdapat sekitar 45.000 sumur tua yang akan dioptimalkan untuk mendukung produksi minyak nasional. (DIN/GIT)
Leave a comment