Home LISTRIK Bahlil dan PLN Percepat Program Lisdes dan BPBL, Listrik Kini Menjangkau Pelosok
LISTRIK

Bahlil dan PLN Percepat Program Lisdes dan BPBL, Listrik Kini Menjangkau Pelosok

Share
Bahlil dan PLN Percepat Program Lisdes dan BPBL, Listrik Kini Menjangkau Pelosok
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah bersama PT PLN (Persero) mempercepat pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan listrik merupakan hak dasar masyarakat sekaligus penopang pendidikan, informasi, dan produktivitas.

Saat menyalakan simbolis listrik untuk penerima BPBL 2026 di Desa Hardimulyo, Purworejo, Bahlil mengatakan akses listrik menjadi fondasi penting bagi kemajuan masyarakat.

“Bagaimana orang bisa sekolah pintar, bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam cepat. Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Jadi saya pikir ini (listrik) salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan,” ujar Bahlil.

Pemerintah menargetkan BPBL menjangkau 225 ribu rumah tangga pada 2026, termasuk 24 ribu rumah tangga di Jawa Tengah. Sepanjang 2025, program ini telah tersambung ke 220.845 rumah tangga di seluruh Indonesia.

Bahlil menambahkan percepatan elektrifikasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bukan persoalan mahalnya, tapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik,” katanya.

Melalui Program Lisdes, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi pada 2026. Sepanjang 2025, program ini telah terealisasi di 1.403 lokasi, termasuk 113 lokasi di Jawa Tengah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan PLN siap memperluas jaringan listrik hingga pelosok negeri. Sepanjang 2025, PLN membangun 4.856,17 kms JTM, 3.662,68 kms JTR, dan gardu distribusi berkapasitas 105.280 kVA untuk mendukung Lisdes.

“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri,” ujar Darmawan.

Sementara itu, Markamah (58), penganyam bambu penerima manfaat Lisdes dan BPBL, mengaku kini bisa bekerja lebih produktif hingga malam hari karena sudah memiliki listrik sendiri.

“Alhamdulilah sudah punya listrik sendiri. Jadi saya sangat senang sekali, sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga saya. Kalau malam-malam saya bisa jadi lembur bikin besek ini,” ujarnya. (*)

Share

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Panas Bumi Gunung Ungaran Digeber, Listrik 55 MW dan Ekonomi Warga Jadi Target

Semarang, Situsenergi.com Potensi panas bumi Gunung Ungaran, Jawa Tengah, mulai digeber untuk...

PLN Bikin Petani Bekasi Tak Takut Kemarau, Listrik Pangkas BBM 2.560 Liter

Bekasi, Situsenergi.com Musim kemarau tak lagi menjadi momok bagi petani di Desa...

Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp331 Triliun, Pertamina-PLN Kebagian Besar

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah telah menggelontorkan pembayaran kompensasi dan subsidi hingga Agustus 2026...

PLN-Pelindo Gaspol Green Port! OPS Tanjung Priok Bisa Hemat 700 Liter BBM

Jakarta, Situsenergi.com PLN dan Pelindo tancap gas mendorong elektrifikasi maritim. Keduanya meresmikan...