Bali, Situsenergi.com
Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) Avep Disasmita mendorong kolaborasi, keselamatan kerja, dan penguatan kompetensi SDM untuk menghadapi transformasi industri pengeboran.
Avep menyampaikan pandangan tersebut dalam SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition 2026 di Bali, 5–6 Agustus 2026.
Dalam sesi Collaboration, Safety, and Workforce Competency, Avep membawakan materi “Transforming Drilling and Wells for an Efficient and Intelligent Energy Future”. Ia menilai industri perlu menyiapkan strategi baru menghadapi peningkatan kebutuhan energi hingga 2035.

Menurut Avep, tantangan sektor pengeboran semakin kompleks karena banyak lapangan migas memasuki fase matang. Industri juga menghadapi persoalan penuaan aset dan tenaga kerja serta kebutuhan kompetensi baru di tengah transisi energi.
Teknologi Harus Berjalan Bersama Safety
Pertamina Drilling memperkuat budaya HSSE melalui safety leadership dan penerapan Stop Work Authority. Perusahaan juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi bahaya, memprediksi anomali, serta meningkatkan pembelajaran dari aktivitas operasi.

Di sisi SDM, Pertamina Drilling mengembangkan pemetaan talenta, pembelajaran berkelanjutan, kompetensi digital, serta Indonesia Drilling Training Center (IDTC).
“Transformasi industri ini merupakan upaya kolaboratif di setiap level. Kita harus membangun ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan, di mana keselamatan dan keunggulan operasional tetap menjadi prioritas utama,” ujar Avep.
Forum yang digelar Society of Petroleum Engineers (SPE) dan International Association of Drilling Contractors (IADC) itu menjadi ruang bagi Pertamina Drilling untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama global. (***)
Leave a comment