Lanny Jaya, situsenergi.com
Kopi Tiom dari Papua Pegunungan kini naik kelas. Komoditas khas Distrik Tiom ini mulai menembus pasar nasional setelah mendapat dorongan dari program pemberdayaan PLN (Persero).
Lewat pendampingan intensif, PLN UIW Papua dan Papua Barat memperbaiki proses budidaya hingga pascapanen. Terobosan utama hadir lewat dome pengering kopi, yang membuat kualitas biji tetap terjaga tanpa tergantung cuaca ekstrem.
Dampaknya terasa cepat. Waktu pengeringan yang sebelumnya mencapai satu bulan kini hanya 14 hari. Risiko gagal panen turun, sementara kualitas meningkat dan harga jual ikut terdongkrak.
Ketua Kelompok Tani 1 Tiom, Moses Yigibalom, mengaku perubahan ini langsung menaikkan kesejahteraan petani. “Sekarang kami merasa aman. Kualitas terjaga, harga naik, penghasilan bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo. Ia menilai dukungan teknologi dan pendampingan ini menjadi langkah strategis mengangkat komoditas unggulan daerah.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan program TJSL kini fokus menciptakan nilai ekonomi nyata. PLN tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga peluang usaha berkelanjutan.

Keberhasilan ini membawa PLN UIW Papua dan Papua Barat meraih Platinum Alignment di Nusantara CSR Awards 2026. Dengan skor CEPI 2,76, setiap Rp1 dana TJSL mampu menghasilkan hampir tiga kali nilai ekonomi bagi masyarakat.

General Manager PLN UIW PPB, Roberth Rumsaur, menegaskan komitmen menjaga dampak program agar terus berkelanjutan dan memperkuat ekonomi petani Papua. (*)
Leave a comment