Jakarta, situsenergi.com
Groundbreaking proyek LNG Abadi Masela yang dilakukan beberapa waktu lalu dinilai sebagai momentum penting bagi ketahanan energi dan perekonomian nasional. Dengan cadangan gas mencapai 18,54 TSCF atau setara 53,3% dari total cadangan terbukti nasional, proyek ini diproyeksikan menyumbang hingga 34% produksi gas nasional saat ini.
Pengamat energi ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menegaskan bahwa proyek Masela akan menjadi salah satu penopang utama pasokan gas domestik. “Groundbreaking Abadi Masela adalah sinyal positif bagi ketahanan energi nasional. Produksi gas yang diproyeksikan 1,75 BSCFD dapat menjadi solusi atas defisit pasokan di sejumlah wilayah,” ujar Komaidi dalam risetnya, Sabtu (8/8/2026).
Selain itu, nilai investasi pengembangan proyek yang mencapai US$34,75 miliar atau sekitar Rp590 triliun diyakini mampu menciptakan nilai tambah besar bagi perekonomian. “Investasi Masela berpotensi memberikan kontribusi hingga Rp2.363 triliun terhadap perekonomian nasional, sekaligus membuka lapangan kerja bagi lebih dari 12 ribu orang pada puncak konstruksi,” tambahnya.
ReforMiner menekankan bahwa keberhasilan proyek Masela akan sangat bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah dan peran strategis Pertamina Hulu Energi dalam konsorsium.
Dengan dukungan penuh dari BUMN energi, proyek ini diproyeksikan menjadi katalis hilirisasi industri, memperkuat pasokan domestik, dan mengurangi ketergantungan pada pasar LNG internasional. (DIN/GIT)
Leave a comment