Home ENERGI Dirjen Migas Akui Alih Kelola Blok Rokan Adalah Tugas Berat
ENERGI

Dirjen Migas Akui Alih Kelola Blok Rokan Adalah Tugas Berat

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Tutuka Ariadji resmi menjadi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini, Jumat (06/11). Menteri ESDM, Arifin Tasrif telah mengambil sumpah jabatan dari Guru Besar Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

Dalam pandangan Tutuka ada sejumlah PR besar yang harus segera dilakukannya usai menjadi Dirjen Migas yang baru. Dia bertekad akan mengawal proses pengalihan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia kepada PT Pertamina (Persero) agar berjalan lancar. Hak itu diperlukan agar sektor industri migas nasional bisa menunjukkan kiprahnya di mata dunia.

Bagi Tutuka persoalan alih kelola tersebut tidak sederhana sebab banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum alih kelola resmi dilakukan pada Agustus 2021 mendatang, khususnya untuk tetap mempertahankan level produksi.

Berdasarkan data SKK Migas, hingga September 2020, lifting minyak dari Blok Rokan mencapai 176.298 barel per hari (bph), lebih tinggi 3,7 persen dari target yang ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang sebesar 170.000 bph.

“Saya kira, terus terang saja Rokan ini paling berat dan saya harus masuk dahulu untuk kerja sama dengan Pertamina, kemudian kita menguraikannya masalah utamanya, dari sisi makronya, baru ke detail,” ungkap Tutuka dalam keterai, Jumat (6/11).

Target lain yang akan dikejar Tutuka adalah membantu pemerintah khususnya Menteri ESDM untuk mencapai produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada 2030. Dia menegaskan bahwa target tersebut juga sangat berat lantaran saat ini banyak sumur eksplorasi yang mengalami decline.

“Eksekusi secara konsisten, jadi saya kira itu yang paling utama dan saya coba berusaha mengajak semua stake holder (pemangku kepentingan) yang terkait bahwa tugas ini tugas berat, kita semua harus satu padu mencapai itu,” ungkapnya. (DIN/Rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...