Jakarta, situsenergi.com
Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri perhatian. Melalui Rig PDSI#05.2/OW760-M, perusahaan berhasil mendukung pengeboran sumur infill TLJ-A38 di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, Prabumulih Field, Sumatera Selatan.
Hasilnya cukup menjanjikan. Sumur tersebut menemukan fluida minyak dan gas dengan hasil uji produksi mencapai 3.176,8 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,6 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Tak hanya itu, kualitas produksinya juga tergolong baik. Kandungan air atau water content tercatat hanya 0,1 persen sehingga menunjukkan performa reservoir yang positif.
PDSI mengebor sumur TLJ-A38 lebih dalam dibandingkan sumur referensi sebelumnya, TLJ-258. Tim operasi membidik lapisan reservoir TAF-C pada kedalaman 1.544 hingga 1.546,5 meter measured depth.
Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, menyebut keberhasilan ini menjadi bukti kemampuan kru dan engineer dalam menghadapi tantangan operasi pengeboran.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kompetensi engineer dan kru pengeboran kami mampu menjawab tantangan operasi secara cepat, tepat, dan penuh keyakinan,” ujar Avep, Kamis (4/6/2026).
Selama 35 hari operasi, Rig PDSI#05.2 melibatkan 126 personel. Tim juga mencatatkan 51.036 jam kerja aman tanpa insiden maupun non productive time (NPT).
VP Rig Services Operation PDSI, Komedi, menegaskan capaian tersebut memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional. Menurutnya, seluruh personel di lapangan berhasil menjaga standar keselamatan sekaligus operational excellence selama proses pengeboran berlangsung.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan yang tetap menjaga standar keselamatan dan operational excellence,” kata Komedi. (DIN/GIT)
Leave a comment