Home ENERGI PLN Tingkatkan Corporate Branding Melalui ISO 10667
ENERGI

PLN Tingkatkan Corporate Branding Melalui ISO 10667

Share
pln tingkatkan corporate branding melalui iso 10667
pln tingkatkan corporate branding melalui iso 10667
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT PLN (Persero) menjadi Perusahaan Pertama di Asia Tenggara yang meraih Standar Internasional Bidang Asesmen serta Procedure Fit n Proper dalam ISO 10667 yang merupakan asesmen dalam pelaksanaan Procedures and Methods to Assess People dalam bekerja pada suatu institusi.

Menurut Vice President Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah, Statement of Compliance ISO 10667 tersebut diserahkan langsung oleh Assesor Manager PT Lloyds Register Indonesia Erisman Soesiman kepada Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dan Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali .

“Dengan ISO 10667 : 1 dan 2 artinya PLN telah diakui berhasil menerapkan nilai- nilai sesuai dengan standar internasional dalam pelaksanaan kegiatan asesmen serta procedure fit and proper yang mengatur mengenai prosedur dan metode untuk mengases sumber daya manusia dalam konteks pekerjaan dan organisasi,” kata Dwi dalam keterangan persnya yang diterima Situsenergy.com di Jakarta, Sabtu (25/0).

Ia mengatakan, dengan diperolehnya sertifikasi ISO 10667 oleh Divisi Talent Development, maka nilai-nilai peningkatan dicapai dalam beberapa aspek, antara lain Discipline, di mana ISO 10667 mewajibkan pemangku jabatan asesmen melaksanakan tugasnya sesuai dengan proses bisnis yang telah disepakati, termasuk dengan semua hasil atau evidence beserta pengelolaannya.

“Kemudian Professional. Sebelum dilaksanakan asesmen ISO, masih banyak kegiatan dilakukan tanpa proses bisnis yang disepakati dan standard. Ada juga yang dijumpai proses bisnis yang tidak tertulis atau disepakati. Dengan adanya sertifikasi ini, semua proses bisnis yang berlaku, telah standard dan disetujui bersama,” paparnya.

Selain itu, kata dia, aspek Trust juga dapat ditingkatkan. Di mana dalam setiap tahapan proses bisnis yang dilakukan, harus disediakan evidencenya sehingga pelaksanaan assessment selalu sesuai dengan prosedur dan sesuai standard yang berlaku sehingga meningkatkan trust.

“Selanjutnya Compliance, yakni dalam setiap tahapan proses bisnis yang dilakukan, selalu mengkuti kebijakan dan peraturan yang berlaku, sebagai persyaratan wajib dalam asesmen ISO 10667,” jelasnya.

Yang terkahir, lanjut dia adala Commitment. Pasalnya, dengan melakukan kebijakan dalam ISO 10667 ini, secara terus menerus, maka akan meningkatkan komitmen pejabat dan pengelola asesmen. “Dengan meningkatnya nilai nilai Dicipline, Profesional, trust, compliance dan commitment pada personel dan pejabat pelaksana asesmen diharapkan akan meningkatkan corporate branding Perusahaan,” pungkasnya.(ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...