Home ENERGI PT Timah Bakal Jadi Eksportir Terbesar Tahun Ini
ENERGI

PT Timah Bakal Jadi Eksportir Terbesar Tahun Ini

Share

PT Timah merupakan pemasok balok timah terbesar diunia. Tampak Wali Kota Pangkalpinang Zulkarnain Karim sedang melihat balok timah batangan yang tersusun di gudang di Pusmet Bangka Barat. (Bangka Pos /Teddy Malaka)

Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Timah Tbk (TINS) menargetkan Indonesia menjadi negara eksportir timah nomor satu dunia pada 2019 ini. Oleh sebab itu manajemen emiten pertambangan ini terus melakukan upaya peningkatan kinerja, menambah alat pengolahan bijih timah serta meningkat kadar dari ore sebelum dilebur menjadi logam atau balok timah.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan di lantai Bursa,  Sekretaris Perusahaan, Amin Haris Sugiharto, mengatakan bahwa saat ini TINS berada diurutan kedua sebagai perusahaan pengkespor timah terbesar di dunia. Peringakat satu masih diduduki oleh China. Namun dengan adanya peningkatan kinerja di tahun 2018 lalu, TiNS optimis target tersebut bisa terpenuhi.

“Kami sudah menyadari hal tersebut dan ini dibuktikan pada ekspor yang dilakukan PT Timah sepanjang 2018 yang mencapai 33.250 metrik ton (MT) atau naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 28.732 MT,” kata Amin Haris, Senin (18/3).

Menurut Amin, peningkatan produksi pada 2018 lalu, tidak lepas dari dukungan regulasi pertimahan yang semakin membaik. Misalnya, regulasi yang mewajibkan setiap pelaku usaha pertambangan timah harus memiliki Iaporan cadangan mineral yang terkandung dalam lzin Usaha Pertambangan (IUP) dan dituangkan dalam Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB) sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 tahun 2018.

”Mengacu pada regulasi, RKAB ini tentunya dilakukan veriflkasi terutama terkait Iaporan cadangan untuk membuktikan asal usul barang.” katanya.

Lebih lanjut, TINS juga sudah siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Hal ini seiring dengan kondisi permintaan timah dunia naik karena meningkatnya kebutuhan industri elektronik dunia. Untuk itu cadangan produksi harus dibuat oleh Competent Person (CP), dan CP bertanggung jawab secara hukum bahwa Iaporan yang dibuatnya adalah benar. Laporan cadangan inilah yang sebetulnya membuktikan asal usul barang.

“Jika proses Iaporan cadangan mineral tersebut tidak dilakukan, seharusnya pengajuan veriflkasi RKAB tidak bisa disahkan. Ini akan berdampak pada aktivitas ekspor tersebut,” ujarnya. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...