Logo SitusEnergy
Tambang Emas Martabe Tegaskan Komitmen Lestarikan Keanekaragaman Hayati Tambang Emas Martabe Tegaskan Komitmen Lestarikan Keanekaragaman Hayati
Jakarta, Situsenergi.com PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati yang ada di sekitar wilayah... Tambang Emas Martabe Tegaskan Komitmen Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Jakarta, Situsenergi.com

PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati yang ada di sekitar wilayah operasional tambang. Beberapa di antaranya yakni melalui kajian yang bekerja sama dengan para ahli dan peneliti lingkungan independen, pelaksanaan Kode Praktik Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan pemantauan rutin flora dan fauna.

“Sebagai pertambangan emas berkelas dunia dan menerapkan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan lingkungan di Tambang Emas Martabe hingga saat ini sudah memenuhi seluruh kewajiban oleh pemerintah pusat dan daerah, meliputi berbagai aspek seperti pengelolaan air, tailings, pemantauan udara, hingga rencana penutupan tambang yang aman dan stabil,” kata Direktur Hubungan Eksternal PTAR Sanny Tjan dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (01/7/2021).

“Melalui Kode Praktik Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, operasional kami diharapkan mampu mengurangi dampak dan berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati,” tambah Sanny.

Menurut dia, Kode Praktik Pengelolaan Keanekaragaman Hayati merupakan aturan ketat perusahaan di antaranya seluruh karyawan dan kontraktor dilarang berburu dan menangkap hewan liar di area operasional Tambang Emas Martabe. “Aturan ini juga memastikan praktik rehabilitasi lahan setelah digunakan, serta pembukaan lahan baru agar meminimalisasi gangguan terhadap kehidupan hewan liar,” ucapnya.

BACA JUGA   2021 PTBA Targetkan Kenaikan Volume Produksi Hingga 29,5 Juta Ton

Bahkan, kata Sanny, tidak hanya keanekaragaman hayati di darat, tapi juga di Sungai Batangtoru terus dijaga yakni dengan penelitian dan pemantauan independen dari Universitas Sumatera Utara (USU) secara berkala. “Pemantauan dan pengawasan pengaliran air sisa proses Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru melibatkan Tim Terpadu yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, sejak tahun 2016 PTAR sudah mengumpulkan spesimen untuk mengidentifikasi tanaman asli Batangtoru melalui buku koleksi Herbarium. Buku koleksi ini diharapkan bisa membantu masyarakat luas mengidentifikasi keanekaragaman flora yang harus dilestarikan dan dikonservasi.

“Buku ini juga menjadi kontribusi dalam dunia penelitian flora di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi dan kelompok besar ahli botani yang bekerjasama dalam meneliti spesimen tertentu atau lembaga-lembaga lain yang membutuhkan,” jelasnya.

Masih menurut Sanny, pada 2020 PTAR juga telah mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk melepasliarkan harimau Sumatra Sri Nabila ke Taman Nasional Gunung Leuser serta berkolaborasi dengan Yayasan Scorpion Indonesia untuk memantau keberadaan hewan liar terutama yang dilindungi di sekitar area tambang, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap perlindungan keanekaragaman hayati di Batangtoru.

“Kontribusi PTAR terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati ini telah mendapatkan berbagai penghargaan, salah satunya pada 2019 yakni Penghargaan Terbaik untuk kategori Penggunaan Lahan dan Keanekaragaman Hayati terhadap upaya dan komitmen perusahaan merehabilitasi dan memulihkan ekosistem hutan dari Global Initiatives, PwC Singapura dan Indonesia,” paparnya.

“Selain itu, penghargaan lainnya berasal dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara KESDM yakni Perak untuk Pengelolaan Lingkungan Mineral dan Tambang. PTAR juga mengantongi penghargaan PROPER Biru dari KLHK dan piagam Utama dari KESDM,” lanjut Sanny.

BACA JUGA   Gunakan MyPertamina, Pelanggan Asal Medan Menangkan Hadiah Utama Motor

Sepanjang 2020, lanjut dia, PTAR telah merehabilitasi total 3,81 hektare, melebihi target pada Rencana Reklamasi PTAR 2017-2021 yang telah disetujui KESDM, yakni 3,34 hektare. Selain itu, pada tahun lalu, PTAR juga melakukan stabilisasi lahan seluas 35,5 hektare dengan tanaman tutupan dan telah menanam 2.886 bibit.

“Departemen Lingkungan PTAR juga telah menyiapkan total 5.828 bibit dari 45 spesies tanaman di Fasilitas Pembibitan (Nursery),” pungkasnya

Sementara Kepala Inspektur Tambang Direktur Tambang, Ditjen Minerba KESDM Lana Saria mengatakan ke depan, KESDM akan melakukan peningkatan kontribusi industri pertambangan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, di antaranya melalui reklamasi, rehabilitasi, dan sebagainya.

“Keanekaragaman hayati yang lestari merupakan kunci terciptanya keseimbangan ekosistem, memberikan manfaat bagi kehidupan, mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi polusi udara, serta sumber pangan,” pungkas Lana.(ERT/RIF)

 

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *