Logo SitusEnergi
Pemerintah Minta PLN Evaluasi Kontrak Listrik Swasta Pemerintah Minta PLN Evaluasi Kontrak Listrik Swasta
Jakarta, situsenergy.com Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (persero) untuk melakukan peninjauan kembali terhadap semua kontrak jual beli... Pemerintah Minta PLN Evaluasi Kontrak Listrik Swasta

Jakarta, situsenergy.com

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (persero) untuk melakukan peninjauan kembali terhadap semua kontrak jual beli tenaga listrik pembangkit listrik swasta (power purchase agreement/PPA).

Sikap ini berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng.

Dalam surat tertanggal 3 November itu, peninjauan kembali hanya berlaku bagi pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) PLTU skala besar yang berlokasi di Jawa. Adapun klasifikasinya yakni proyek pembangkit berbahan bakar batubara yang belum masuk tahap konstruksi atau belum mendapatkan Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU) dari Kementerian Keuangan.

Salinan surat itu pun menyebutkan tujuan peninjauan ini agar harga jual tenaga listrik pembangkit tersebut paling tinggi sebesar 85% dari biaya pokok pembangkit di sistem ketenagalistrikan setempat. Hasil peninjauan tersebut agar dilaporkan kepada Menteri ESDM.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana membenarkan adanya surat tersebut. “Pemerintah terus mendorong agar tersedia listrik yang semakin terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya adalah melalui BPP yang semakin efisien, termasuk review PPA antara PLN dengan IPP atas dasar B to B (business to business),” kata Dadan di Jakarta, Rabu (15/11).

BACA JUGA   PAN Desak PLN Perpanjang Stimulus Subsidi Listrik di 2021

Hanya saja Dadan belum bisa membeberkan proyek PLTU apa saja yang bakal direvisi kontrak jual beli listriknya. Dia hanya menyebut pembangkit dengan kapasitas ratusan MW yang masuk dalam kategori tersebut. Dadan pun belum bisa menjelaskan kenapa hanya PLTU di pulau Jawa saja yang direvisi. “Saya masih menunggu info lengkapnya dari Ditjen Ketenagalistrikan,” ujarnya.

Tunjang Kawasan Industri

PLN siap memasok listrik sebesar 60 MVA demi dukung kemajuan investasi Kawasan Industri Dumai, Riau. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Surat Jual Beli Tenaga Listrik (SJBTL) antara PLN dengan PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA), di Kantor Pusat PLN, Jakarta, kemarin.

SJBTL ini ditandatangani oleh Irwansyah M. Putra selaku General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau dengan Erik selaku Wakil Direktur Wilmar Nabati Indonesia. Penandatangan ini disaksikan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto.

Wiluyo mengatakan kerjasama ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan investasi di Kawasan Industri Dumai, Riau. Guna memenuhi kebutuhan sebesar 60 MVA, PLN membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV sepanjang 27 kms dari Gardu Induk 150 kV Dumai. Proyek saat ini masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan selesai pada Semester pertama 2018.

BACA JUGA   Tok! Kontrak Kerja West Kampar Dan Jabung Tengah Resmi Di Teken

“Tahap pertama kami penuhi sesuai permintaan. Namun bila ada tambahan, PLN siap mengalirkan energi listriknya berapapun,” ujarnya.

Wiluyo mengungkapkan kondisi kelistrikan di Sumatera semakin membaik, sehingga seluruh kebutuhan listrik dapat dipercayakan kepada PLN. Dengan ditandatanganinya SJBTL ini, maka WINA menjadi pelanggan PLN terbesar saat ini di Riau yang akan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi provinsi Riau.

“Kami selalu siap untuk memasok kebutuhan listriknya dan para pelaku industri maupun pelaku usaha bisa lebih fokus mengurus bisnisnya,” ujarnya.

Irwansyah menambahkan Wilmar menjadi pelanggan listrik terbesar dengan menyerap 60 MVA. Dia menyebut pasokan listrik yang tersedia di wilayah Riau mencapai 820 MW. Sedangkan beban puncak 620 MW. Artiannya masih ada pasokan berlebih sekitar 200 MW. “Akan ada tambahan lagi dari PLTU Mulut Tambang 2×300 MW,” ujarnya.

Di tempat yang sama Erik mengungkapkan telah memiliki mesin pembangkit sendiri dengan kapasitas 28 MW. Dengan adanya pasokan listrik dari PLN maka mesin pembangkit itu digunakan untuk menunjang kefiatan produksi saja. Dia bilang kebutuhan 60 MVA itu digunakan untuk proyeksi lima tahun kedepan. Pasalnya ada pengembangan fasilitas produksi, seperti kilang, pabrik pupuk dan industri turunan lainnya.

BACA JUGA   Soal Share Down Aset, Manajemen Pertamina Dan FSPPB Angkat Bicara

“Kami berterima kasih ke PLN untuk penyediaan listrik yang handal. Jadi kami bisa fokus pada kegiatan produksi saja,” ujarnya.(ert)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *