Logo SitusEnergy
Ekspor CPO Naik, Ini Sebabnya Ekspor CPO Naik, Ini Sebabnya
Jakarta, Situsenergi.com Volume ekspor CPO Indonesia kembali tumbuh pada Mei 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2021 volume ekspor CPO Indonesia... Ekspor CPO Naik, Ini Sebabnya

Jakarta, Situsenergi.com

Volume ekspor CPO Indonesia kembali tumbuh pada Mei 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2021 volume ekspor CPO Indonesia sebesar 2,2 juta ton, atau tumbuh 22,4% yoy dan 8,2% mom.

“Secara kumulatif, volume ekspor CPO Indonesia pada Januari – Mei 2021 (5M21) mencapai 10,4 juta ton, atau tumbuh 7,4% yoy,” kata Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk, Andry Asmoro dalam keterangannya, Kamis (8/7).

Berdasarkan negara tujuan, China masih menjadi negara tujuan utama dengan pangsa pasar sebesar 16,2%; dan volume ekspornya meningkat 114,2% yoy pada 5M21. Sebaliknya, ekspor CPO ke India dan Uni Eropa (EU) terkontraksi masing-masing sebesar -36,5% yoy dan -29,5% yoy pada periode yang sama.

Data Malaysian Palm Oil Board ( MPOB ) menunjukkan arah volume ekspor yang berbeda dengan Indonesia. Volume ekspor CPO Malaysia pada Januari – Mei 2021 (5M21) tercatat menurun -7,3% yoy menjadi 5,6 juta ton.

Berdasarkan negara tujuannya, ekspor CPO Malaysia ke China dan EU menurun masing-masing -42,0% yoy dan -31,4% yoy pada 5M21. Sedangkan ekspor CPO ke India meningkat tajam sebesar 766,9% yoy pada 5M21.

“Alasannya, low based effect akibat ketegangan hubungan diplomatik antara India dan Malaysia pada Semester 1, 2020 yang berdampak pada kebijakan India mengurangi impor CPO asal Malaysia secara besar-besaran pada Semester 1, 2020 tersebut,” ujar Andry.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) menunjukkan produksi CPO Indonesia pada April 2021 mencapai 4,1 juta ton, atau tumbuh 1,3% yoy dan 1,9% mom. Secara kumulatif, produksi CPO Indonesia pada 4M21 mencapai 15,3 juta ton, atau tumbuh 1,4% yoy.

BACA JUGA   Pertamina Tuntaskan Target BBM Satu Harga di 243 Titik

Sementara itu, produksi CPO Malaysia pada Mei 2021 tercatat sebesar 1,6 juta ton, atau tumbuh 2,8% mom, namun menurun secara yoy sebesar -4,8%. Secara kumulatif, produksi di Malaysia pada 5M21 sebesar 6,8 juta ton, atau terkontraksi -5,6% yoy. (DIN/RIF)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *