Logo SitusEnergi
Direktur Keuangan Pertamina : Kas Pertamina US $4,8M Direktur Keuangan Pertamina : Kas Pertamina US $4,8M
Jakarta,Situsenergy.com Direktur Keuangan PT.Pertamina (Persero), Arief Budiman , mengatakan bahwa Kas Pertamina hingga September 2017 , mencapai 4,8 milyar US Dollar. Kas ini lebih... Direktur Keuangan Pertamina : Kas Pertamina US $4,8M

Jakarta,Situsenergy.com

Direktur Keuangan PT.Pertamina (Persero), Arief Budiman , mengatakan bahwa Kas Pertamina hingga September 2017 , mencapai 4,8 milyar US Dollar.
Kas ini lebih besar sedikit dibanding Kas yang dimiliki perusahaan minyak ExxonMobil sebesar 4,3M Usdol, ungkap Arief Budiman lewat WA kepada situsenergy.com.

“Dengan kas sebesar itu maka Pertamina bisa membiayai beberapa projek”, lanjut arief.

Dalam laporan keuangan kuartal III, diberitakan bahwa Perusahaan energi asal Amerika Serikat itu memiliki kas sebesar US$ 4,3miliar. Ini lebih kecil sekitar 500juta usdol dari kas yang dimiliki bumn Pertamina. Sementara perusahaan minyak internasional Chevron diberitakan memiliki kas sebesar 6,6M usdol.

Menurut Arief lebih lanjut: “Pertamina memang butuh kas besar untuk menghadapi proyek. Jadi dengan kas itu . nantinya, perusahaan tidak perlu lagi bergantung dengan hutang”.

Pertamina , lanjut Arief, saat ini sudah membayar utang sebesar US$ 750 juta. Pertamina memang butuh untuk menabung, karena ke depan nya tidak bisa semua harus dengan hutang. Jadi ada ekuitinya,” kata

Arief berpendapat : “Kas berlebih juga tidak begitu baik karena tidak produktif, namun hal ini dibutuhkan untuk menabung sebagai bagian ekuitas investasi Pertamina ke depan. Dan diperkirakan setiap tahunnya Pertamina harus menyisihkan 1-2 milyar dollar”.

BACA JUGA   Pertamina Bagikan Masker di SPBU dan Posko Pengungsian Sulbar

Arief menambahkan lagi : “Perseroan menargetkan menabung dan menyisihkan tiap tahun sebesar US$ 1-2 miliar untuk dimasukkan ke kas internal. Dengan begitu setiap ada proyek berjalan, perusahaan masih menyisakan ekuitas agar kondisi keuangan tidak limbung”.

Terkait prospek Pertamina di tahun depan, Arief mengaku optimistis Pertamina dapat mencetak laba lebih baik lagi ditahun depan lantaran harga minyak dunia yang terus berangsur membaik. “Targetnya tahun depan bisa memperoleh laba sekitar US$ 2,15 miliar dan saat ini harga minyak sudah berangsur naik”.

Sementara itu , Pengamat kebijakan enerji, Sofyano Zakaria, berharap Pemerintah khususnya menteri keuangan fokus memberi perhatian terhadap keuangan Pertamina.

“Menteri keuangan sudah sewajarnya membantu Pertamina dengan menyiapkan anggaran untuk pembayaran pihutang Pemerintah kepada Pertamina tepat pada waktunya”, kata Sofyano yang juga direktur Pusat Studi Kebijakan Publik,PUSKEPI.

Sebagaimana diketahui bahwa terkait biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji , Pemerintah masih memiliki kewajiban pembayaran kepada Pertamina yang nilainya mencapai Rp 30 triliun.

“Jika menteri keuangan tidak membayar ini , maka kas keuangan Pertamina bisa tergerus hanya untuk menalangi biaya subsidi bbm dan elpiji yang sebenarnya merupakan beban tanggung jawab pemerintah” tambah Sofyano.
“Setidaknya Kemenkeu bisa mencicil sebesar Rp20 triliun dulu.Dengan ini maka keberpihakan kementerian keuangan dan Pemerintah terhadap keberadaan dan peran BUMN Pertamina akan jelas terlihat dan sekaligus membuktikan bahwa tidak ada masalah dengan keuangan Pemerintah” tutup Sofyano Zakaria. [gz/red]

BACA JUGA   SP PLN Minta Pemerintah Fasilitasi Renegoisasi Kontrak IPP

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *