Home ENERGI SKK Migas Identifikasi 10 Area Berpotensi Simpan Cadangan Migas Berskala Besar
ENERGI

SKK Migas Identifikasi 10 Area Berpotensi Simpan Cadangan Migas Berskala Besar

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan telah mengidentifikasi 10 area di Indonesia yang berpotensi menyimpan cadangan migas dalam skala beaar.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, ada enam area di wilayah Indonesia barat sampai tengah, dan ada empat area di wilayah timur yang diidentifikasi memiliki cadangan migas baru.

“Ada di onshore dan offshore. Kalau potensi yang di Indonesia timur itu offshore, tapi belum ada wilayah kerja-nya. Kita potensi dimanapun, ada yang di wilayah kerja dan ada yang belum,” ujar Dwi di Jakarta, Senin (18/2).

Dwi mengatakan, sudah ada tiga penemuan cadangan migas di awal tahun ini. Tiga penemuan tersebut yakni di blok CPP, blok South East Madura, dan blok Sakakemang.

Dwi memaparkan, untuk blok CPP, yang dioperatori oleh BOB-BSP Pertamina Hulu, ditemukan cadangan minyak dengan pengeboran sumur Benewangi-1x, sedangkan untuk blok South East Madura, yang dioperatori Energi Mineral Langgeng, ditemukan cadangan gas dengan pengeboran sumur ENC-2.

Kemudian Konsorsium Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration menemukan adanya potensi temuan cadangan gas di blok Sakakemang, Sumatra Selatan. Temuan ini adalah pengeboran kedua di blok Sakakemang. Penajakan sumur KBD-2x dilakukan pada 22 Agustus 2018 dengan target factor basement, dan cadangan ditemukan pada kedalaman 2.430 MD.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri sebelumnya sudah mencatat adanya kenaikan rasio cadangan migas yang signifikan di 2018. Rasio cadangan migas adalah perbandingan antara cadangan migas yang ditemukan dan yang diproduksikan atau biasa disebut Reserve Replacement Ratio/RRR) di Indonesia. Sebelumnya, rasio cadangan migas RI hanya 74 persen. Artinya produksi lebih banyak ketimbang temuan cadangan baru.

Target pemerintah tahun ini adalah 100 persen, namun berkat persetujuan proposal pengembangan (Plan of Development) di 5 proyek RRR bisa lampaui target jadi 105 persen. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...