Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Sulawesi Lavender resmi menandatangani Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract (PSC) Wilayah Kerja (WK) Lavender bersama SKK Migas. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat produksi migas nasional sekaligus menjaga ketahanan energi.
WK Lavender mencakup wilayah offshore dan onshore Sulawesi Selatan serta offshore Sulawesi Tenggara. Melalui kontrak ini, PHE memperluas peran strategisnya di sektor hulu migas.
Direktur PHE Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. “PHE berdiri di garis depan untuk memastikan produksi migas tetap terjaga hari ini, sambil menyiapkan energi masa depan Indonesia,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Kontrak PSC ini menggunakan skema cost recovery dengan masa berlaku 30 tahun dan mencakup area seluas 8.206,95 km2. PHE mengalokasikan komitmen pasti sebesar USD 2,8 juta untuk mendukung kegiatan eksplorasi awal.
Dalam tiga tahun pertama, perusahaan akan menjalankan studi geologi dan geofisika, akuisisi seismik 2D sepanjang 100 km, serta survei seismik 3D seluas 200 km². Upaya ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi cadangan migas baru.
Sebelum penandatanganan kontrak, PHE telah menyelesaikan kewajiban finansial, termasuk pembayaran bonus tanda tangan sebesar USD 200.000 serta jaminan pelaksanaan.
Selain fokus pada eksplorasi, PHE juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang transparan dan berkelanjutan.

Dengan langkah ini, PHE tidak hanya memperkuat portofolio hulu migas, tetapi juga mendorong tercapainya target produksi energi nasional secara berkelanjutan. (DIN/GIT)
Leave a comment