Home ENERGI Dengan Sistem Ini Pertamina EP Mampu Produksi Gas di Atas Target
ENERGI

Dengan Sistem Ini Pertamina EP Mampu Produksi Gas di Atas Target

Share

Pekerja PT Pertamina EP mengawasi fasilitas bioreactor tank di pusat produksi gas atau Central Processing Plant (CPP) Donggi yang terletak di Desa Dongin, Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (31/5). Keberadaan bioreactor tersebut merupakan bagian dari fasilitas produksi pengolahan H2S menjadi sulfur. Proyek CPP Donggi telah memproduksi gas secara komersial sebesar 50 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), yang disalurkan kepada Donggi-Senoro LNG. KONTAN/Daniel Prabowo/31/05/2016

Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas membukukan capaian positif hingga triwulan III tahun 2018 dengan produksi gas rata-rata sebesar 154 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 109 persen dari target 143.96 juta kaki kubik per hari. Capaian produksi gas ini diperoleh dari lapangan Asset 2 Prabumulih Field di Sumatera Selatan.

Prabumulih Field Manager PT Pertamina EP, Heragung Ujiantoro, menjelaskan bahwa produksi gas dari PEP Prabumulih Field memasok gas untuk kelistrikan di Sumatera dan Jawa. Untuk itu, kehandalan fasilitas produksi gas menjadi salah satu perhatian utama yang terus ditingkatkan melalui inovasi. Secara khusus, pihaknya juga membentuk tim Project Collaboration Improvement yang diberi nama Gas Poll New (PC-Prove Gas Poll) yang berasal dari Fungsi Gas Production Operation di bawah nakhoda Wangsit Sinung K selaku Gas Production Assistant Manager.

“Salah satu penemuan baru yang saat ini tengah diimplementasikan oleh tim kami secara mandiri adalah pembuatan well head lubricating system untuk sumur-sumur gas di Prabumulih Field,” ungkap Heragung seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (15/10).

Menurutnya, PC-Prove Gas Poll yang diketuai oleh Yudi Hergantara melakukan inovasi dengan menciptakan alat yang disebut wellhead lubricating system. Wellhead lubcricating system merupakan rangkaian pipa yang dipasang di atas kepala sumur namun tanpa menutup kerangan utama dan kerangan sayap sehingga produksi tetap berjalan. Dengan inovasi ini, tidak diperlukan lagi shutdown atau mematikan produksi sumur gas saat melakukan perawatan terhadap korosi intenal, sehingga dapat mengeliminasi production loss sumur gas sebesar dua milyar rupiah setiap bulan.

Saat ini telah ada tujuh sumur yang menggunakan wellhead lubcricating system. Penemuan ini juga akan diikutsertakan dalam ajang inovasi Continous Improvement Program Pertamina EP yang akan diselenggarakan pada 16 Oktober 2018 besuk di Palembang. Proses ide dan pembuatan wellhead lubcricating system memakan waktu sekitar empat bulan, yang meliputi desain, engineering, pengadaan material, fabrikasi, inspeksi dan tes operasi.

“Ini adalah salah bukti kreasi pekerja PT Pertamina EP dan pengabdian PT Pertamina EP Prabumulih Field dalam menjaga ketahanan energi nasional,” pungkas Heragung. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...