Abu Dhabi, Situsenergi.com
Pertamina Drilling mulai memperluas langkah bisnisnya ke pasar Timur Tengah. Perusahaan menggandeng Halliburton Worldwide Limited untuk menjajaki peluang proyek minyak dan gas bumi di Irak sekaligus memperkuat posisi jasa migas Indonesia di pasar internasional.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Indonesia Pavilion, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (2/11/2026). Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menegaskan, kerja sama tersebut menjadi langkah lanjutan dari kesepakatan antara PT Pertamina (Persero) dan PT Halliburton Indonesia pada 18 Februari 2026.
“Melalui MoU terbaru ini, Pertamina Drilling bersama Halliburton memperkuat komitmen kerja sama yang lebih spesifik dan terarah, khususnya dalam mendukung kegiatan operasional migas serta pengembangan peluang bisnis di Irak,” ujar Avep.

Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan menjajaki proyek Rig Services dan Non-Rig Services untuk mendukung aktivitas hulu migas di Irak. Mereka juga akan membahas aspek teknis dan komersial, memetakan proyek potensial, serta merancang pola kolaborasi sesuai kebutuhan operasional dan aturan yang berlaku.
Pertamina Drilling membawa pengalaman dalam layanan pengeboran dan jasa sumur terintegrasi. Sementara itu, Halliburton memiliki portofolio teknologi global yang mencakup pengeboran, evaluasi formasi, penyelesaian sumur, hingga optimalisasi produksi.

Kolaborasi ini membuka peluang bagi Pertamina Drilling untuk memperluas bisnis non-captive, menambah portofolio layanan, dan menembus pasar luar negeri. Selain menciptakan nilai tambah bagi kedua pihak, kemitraan tersebut diharapkan meningkatkan daya saing perusahaan jasa migas nasional dalam proyek energi berskala internasional. (***)
Leave a comment