BALIKPAPAN, Situsenergi.com
Dari wilayah pesisir Delta Mahakam, seorang guru Bahasa Inggris berhasil membuka jalan menuju Amerika Serikat. Nurul Fitriana, guru SMP Negeri 06 Anggana, Desa Sepatin, terpilih mengikuti Fulbright Distinguished Awards in Teaching Program for International Teachers (Fulbright DAI) 2025.
Nurul merupakan salah satu guru binaan program CSR PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Sekolah Negeri Terapung. Kisah tersebut disampaikan PHM dalam kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026 yang digelar SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi di Samarinda, Rabu (9/9/2026).

Enam Bulan Belajar di Amerika
Kesempatan itu membawa Nurul mengikuti pengembangan profesional selama enam bulan atau satu semester di Indiana University of Pensylvania, Amerika Serikat, mulai Agustus 2025.
Nurul mengetahui program tersebut melalui akun media sosial AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Pengalaman itu kemudian menjadi kesempatan baginya untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang pendidikan.
Head Communication Relations & CID PHM Achmad Krisna Hadiyanto mengatakan pencapaian Nurul menunjukkan dampak program pendidikan bagi masyarakat pesisir.
“Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan dukungan kami terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi guru dan siswa di wilayah pesisir Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,” ujar Achmad.
Sekolah Negeri Terapung Tak Sekadar Bangun Sarana
Program Sekolah Negeri Terapung PHM menghadapi tantangan geografis di Desa Muara Pantuan, Sepatin, dan Tani Baru, Kecamatan Anggana. Guru dan siswa harus menggunakan perahu kecil tradisional atau ketinting untuk menuju sekolah.

Karena itu, PHM membangun pendekatan yang lebih luas. Program tersebut mencakup pendampingan Guru Penggerak dan komunitas belajar, beasiswa, Sarjana Pesisir, pelatihan guru dan siswa, serta PHM Mengajar.
Pada periode 2024–2025, sebanyak 39 guru mengikuti peningkatan kapasitas melalui 27 pelatihan. Dalam periode yang sama, empat lulusan Sarjana Pesisir kembali ke daerah asal untuk berkontribusi di desa.
Program tersebut juga mencatat 241 penghargaan, terdiri dari 217 penghargaan siswa dan 24 penghargaan guru, mulai tingkat kecamatan hingga internasional.
Bukan Cuma Pendidikan, Energi Bersih Ikut Masuk
General Manager PHM Muzwir Wiratama mengatakan pengembangan kapasitas guru dapat memberikan dampak lebih luas bagi sekolah dan masyarakat.
“Capaian Ibu Nurul Fitriana melalui Fulbright DAI menjadi salah satu contoh bahwa ketika guru mendapatkan ruang untuk berkembang, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi dapat kembali memberikan manfaat bagi sekolah, peserta didik, dan masyarakat,” ujar Wira.
PHM juga mendukung lingkungan sekolah, infrastruktur, kesehatan, pelestarian budaya, serta energi terbarukan. Salah satunya melalui pemasangan PLTS dengan total kapasitas 6,7 kWp di dua sekolah.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menurunkan emisi 7,638 ton CO₂ per tahun dan mengurangi penggunaan bahan bakar sekitar 3.600 liter setiap tahun.
Menurut Wira, pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, PHM ingin membuka lebih banyak ruang bagi guru dan siswa pesisir untuk berkembang hingga mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas. (***)
Leave a comment