Jakarta, situsenergi.com
Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk mempertegas kontribusi terhadap kedaulatan dan ketahanan energi nasional.
Sepanjang 2026, PHE menggenjot eksplorasi, pengembangan lapangan, serta penerapan teknologi untuk menemukan sumber daya baru dan menjaga kesinambungan produksi migas.
Salah satu capaian strategis hadir dari Survei Seismik 3D Kandawulo di perairan Mamuju, Sulawesi Barat. PHE menyelesaikan akuisisi data seluas 2.500 km² lebih cepat dari target dengan catatan zero accident.
Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen mengatakan capaian tersebut menjadi bukti kinerja eksplorasi yang aman sekaligus kontribusi perusahaan bagi Indonesia.

“Keberhasilan Survei Seismik 3D Kandawulo yang diselesaikan lebih cepat dari rencana dengan catatan zero accident merupakan bukti komitmen Pertamina Subholding Upstream dalam menghadirkan kinerja eksplorasi yang unggul, aman, dan berkelanjutan,” ujar Hermansyah.
Hingga Juni 2026, PHE mengamankan potensi sumber daya kontingen 2C sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE). Perusahaan juga mencatat potensi 724,22 juta barel minyak dari penemuan Migas Non Konvensional di Wilayah Kerja Rokan.
PHE juga memperkuat produksi melalui teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). PHE OSES memulai injeksi polimer di Lapangan Offshore Rama, WK Southeast Sumatra, sebagai implementasi CEOR offshore pertama di Indonesia.
Sementara itu, PHR menerapkan CEOR komersial di Minas Area A dengan target peningkatan perolehan minyak 12–16% dari OOIP. Proyek tersebut diproyeksikan menyumbang sekitar 70 ribu barel per hari pada 2030 dan mencapai puncak 200 ribu barel per hari pada 2036.

Memasuki sisa 2026, PHE melanjutkan pengembangan lapangan, revitalisasi aset, eksplorasi, teknologi EOR, serta proyek CCS/CCUS. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan melalui penguatan energi nasional. *
Leave a comment