Jakarta, situsenergi.com
UMKM binaan Pertamina mencatat omzet Rp8,57 miliar sepanjang semester I 2026. Capaian itu berasal dari pelaku usaha yang mengikuti berbagai pameran regional, nasional, hingga internasional.
Pameran tidak hanya menjadi ruang transaksi. Para pelaku UMKM juga memanfaatkannya untuk mencari konsumen baru, membangun jaringan bisnis, serta menguji daya saing produk di pasar yang lebih luas.
Salah satu UMKM yang merasakan manfaat tersebut ialah Sambal Ning Niniek milik Sri Wahyuni. Ia menyebut dukungan Pertamina membantu usahanya memperkuat operasional sekaligus memperluas pemasaran.

“Peran Pertamina dalam perjalanan Sambal Ning Niniek sangat luar biasa. Kami mendapatkan bantuan modal Rp35 juta pada 2023 yang sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Sri.
Selain akses pasar, Pertamina memperkuat kesiapan UMKM melalui sertifikasi dan pelatihan. Hingga akhir Juni 2026, perusahaan telah memfasilitasi 2.822 sertifikasi dan menggelar 579 pelatihan melalui Rumah BUMN Pertamina.
Pertamina juga membuka akses pasar melalui 414 pameran. Sejumlah agenda yang diikuti UMKM binaan antara lain Food & Hospitality Indonesia, IFEX, IIMS, dan INACRAFT 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan perusahaan ingin membantu UMKM mengatasi berbagai hambatan dalam mengembangkan usaha.

“Pertamina hadir bukan sekadar memberi pelatihan. Kami membantu UMKM melengkapi sertifikat serta legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh,” ujar Baron. (*)
Leave a comment