Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menargetkan kinerja operasional dan keuangan tetap stabil sepanjang 2026 meski menghadapi tantangan global. Perusahaan menyiapkan strategi melalui optimalisasi biaya, peningkatan efisiensi, penguatan operasi, serta ekspansi pangsa pasar layanan keagenan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan perusahaan akan melanjutkan pertumbuhan dengan memperkuat bisnis inti, mempercepat transformasi digital, mendorong inovasi teknologi, serta menjalankan prinsip keberlanjutan.

“PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Eko dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis (25/6).
Direktur Operasional PTK, Yudi Wibisono, menambahkan perusahaan akan mengoptimalkan seluruh lini bisnis, terutama layanan keagenan. Menurutnya, PTK tidak hanya melayani administrasi pelayaran kapal di lingkungan Pertamina Group, tetapi juga kapal non-Pertamina yang beroperasi di pelabuhan dalam maupun luar negeri.

Di sisi lain, Direktur Pemasaran Albertus Anto Budi Santosa menegaskan keandalan armada dan penerapan HSSE tetap menjadi prioritas. Sejak 2025, PTK menjalankan program Vision Zero yang menargetkan zero illness, zero recordable incident, zero fraud bunker, dan zero pollution.
Sementara itu, Direktur Armada Dewi Susanti menjelaskan PTK terus mendukung target Net Zero Emission melalui program Green Energy.
“Dekarbonisasi berasal dari inovasi Green Energy Program, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan,” kata Dewi.
Sepanjang 2025, PTK mencatat penurunan emisi sebesar 66.721 ton CO2e. Perseroan juga membukukan laba bersih Rp1,32 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (*)
Leave a comment