Jakarta, situsenergi.com
Pertamina Patra Niaga mulai mempercepat pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Melalui Kilang Cilacap, perusahaan berhasil memproduksi PertaminaSAF berbasis minyak jelantah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, memastikan produksi komersial sudah berjalan sejak Maret 2026.
“Pada bulan Maret 2026 ini, kilang Pertamina Patra Niaga merealisasikan produksi komersial PertaminaSAF guna memenuhi permintaan pelanggan,” ujarnya.
Ia menegaskan capaian ini menunjukkan kapabilitas Pertamina dalam menghadirkan produk energi berkualitas tinggi sekaligus menjawab kebutuhan pasar. Selain itu, langkah ini memperkuat posisi perusahaan sebagai pionir SAF di Indonesia dan kawasan regional.
Proses produksi PertaminaSAF dimulai dari pemanfaatan minyak jelantah yang telah tersertifikasi ISCC CORSIA. Selanjutnya, bahan baku tersebut diolah di fasilitas Green Refinery Kilang Cilacap sebelum disalurkan ke Bandara Ngurah Rai dan Bandara Soekarno-Hatta.
Produk yang dihasilkan juga telah lolos uji kualitas dengan standar internasional DEFSTAN 91-091 serta memenuhi spesifikasi avtur dari Ditjen Migas. Pengujian dilakukan oleh laboratorium Pertamina yang tersertifikasi ISO 17025.
“Sesuai demand bulan Maret, sekitar 45 ribu barrel PertaminaSAF yang telah memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan sebagai CORSIA Eligible Fuel selanjutnya dikirimkan kepada pelanggan,” jelas Roberth.
Pengembangan SAF sendiri telah melalui proses panjang sejak uji coba produksi pada Juli 2025. Pada 2026, Pertamina melanjutkan tahap komersialisasi sebagai bagian dari strategi bisnis energi ramah lingkungan.

“Ini juga sekaligus memperkuat posisi Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional dan roadmap menuju Net Zero Emission 2060,” tutup Roberth. (*)
Leave a comment