Jakarta, situsenergi.com
Indonesia resmi memulai pembangunan proyek LNG Abadi Masela senilai USD21 miliar pada Kamis (16/7/2026). Proyek strategis di Blok Masela, Maluku, ini dikembangkan Inpex Corporation bersama PT Pertamina dan Petronas setelah hampir tiga dekade menunggu realisasi.
Proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 atau 2030 dengan kapasitas 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari, serta 35.000 barel kondensat per hari.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan gas dari proyek ini akan memperkuat kebutuhan domestik. “Sekitar 60% produksi gas akan diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri, terutama industri pupuk dan manufaktur,” ujarnya.
Selain meningkatkan pasokan energi, proyek LNG Abadi Masela juga mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage (CCS) sejak tahap awal pengembangan. Langkah ini menjadikannya salah satu proyek LNG skala besar pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi penurunan emisi karbon.
Peletakan batu pertama proyek tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan investasi energi nasional. Setelah sempat tertunda akibat perubahan regulasi, revisi rencana pengembangan, dan negosiasi investasi, proyek ini kini memasuki tahap konstruksi.

Blok Masela diperkirakan memiliki cadangan gas sekitar 6,97 triliun kaki kubik (TCF), sehingga menjadi salah satu lapangan gas lepas pantai terbesar yang belum dikembangkan di Indonesia. (DIN/GIT)
Leave a comment