Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap terjaga setelah kapal tanker Transko Antasena kembali sandar di Pelabuhan Ampenan pada 16 April 2026.
Kapal tersebut mengangkut total 6.000 kiloliter (KL) BBM yang terdiri dari 3.000 KL Pertalite dan 3.000 KL B40. Pasokan ini langsung menopang kebutuhan masyarakat, transportasi, hingga sektor industri di wilayah selatan Nusantara.
Ampenan menjadi titik vital dalam rantai distribusi energi. Dari terminal ini, BBM disalurkan ke berbagai daerah di Pulau Lombok dan sekitarnya untuk melayani ribuan konsumen setiap hari.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan peran armada laut sangat krusial dalam menjaga pasokan energi nasional, terutama di wilayah kepulauan.

“Setiap kapal yang sandar di Ampenan memiliki peran strategis dalam memastikan energi tersedia secara tepat waktu dan merata,” ujarnya.
Ia menambahkan, distribusi melalui jalur laut menjadi tulang punggung penyaluran energi di kawasan yang belum terjangkau jaringan pipa darat. Karena itu, perusahaan mengoperasikan pengiriman rutin untuk menjaga stabilitas pasokan.
Dengan frekuensi lebih dari 30 perjalanan kapal setiap bulan ke NTB, Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi energi berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat serta mendorong pertumbuhan daerah di kawasan timur Indonesia. (*)
Leave a comment