Home ENERGI Mamit: Sudah Cukup Pertamina Jadi Sapi Perahan Mafia Migas -Dirut Pertamina Harus Bebas Intervensi
ENERGI

Mamit: Sudah Cukup Pertamina Jadi Sapi Perahan Mafia Migas -Dirut Pertamina Harus Bebas Intervensi

Share
Direktur-Eksekutif-Energy-Watch-Mamit-Setiawan 1
Direktur-Eksekutif-Energy-Watch-Mamit-Setiawan 1
Share

Jakarta,situsenergy.com

Menyingkapi selentingan kabar bahwa saat ini sudah ada blusukan mafia migas ke partai politik untuk mengusung jagoannya menjadi Direktur Utama Pertamina,jelas sangat disayangkan dan harus di lawan. Presiden Jokowi diharapkan tidak terpengaruh dengan blusukan mafia migas tersebut.

“Sudah cukup Pertamina menjadi sapi perahan para mafia migas ditengah kondisi keuangan yang berdarah-darah saat ini” ujar Mamit Setiawan pengamat energi yang juga Direktur Executive Energy Watch. Mamit juga meyakini bahwa Presiden Jokowi akan tetap berkomitmen untuk menghilangkan mafia migas dari Pertamina dengan di bubarkannya Petral dimana saat itu menjadi sarang mafia migas.

“Dirut Pertamina harus orang yang dari kalangan internal terlebih dahulu dimana mereka sudah paham dengan kondisi Pertamina saat ini sehingga lebih mudah dalam memahami Pertamina dan membawa kearah yang lebih baik.”ujar Mamit.

“Jika memang internal Pertamina tidak ada,maka Dirut Pertamina harus dari kalangan professional migas yang paham akan bisnis migas dari Hulu sampai ke Hilir. Sosok tersebut juga harus bebas dari intervensi pihak manapun dan mempunyai tujuan untuk memajukan Pertamina. Jika Dirut Pertamina itu adalah titipan pihak-pihak tertentu,maka bisa dipastikan Pertamina akan kembali seperti jaman dahulu menjadi sapi perahan dan bancakan dari pemburu rente”demikan Mamit sampaikan.

“Kita tahu saat ini Indonesia sudah menjadi nett importir,dimana produksi kita hanya berkisar diangka 800rb BOPD sedangkan konsumsi sudah diangka 1,6 juta BOPD jadi kita harus impor sebanyak 800rb BOPD baik minyak mentah maupun produk. Bisa dibayangkan jika 1$ saja yang dikutip oleh mafia migas berapa potensi kerugian yang dialami oleh Pertamina” pungkas Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan.

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Indonesia Ubah Peta Harga Nikel Global, HPM Baru Dorong Lonjakan di LME

Jakarta, situsenergi.com Indonesia mulai memainkan peran kunci dalam penentuan harga nikel dunia...

Ekspansi Energi 2026, Sigma Energy Bidik SPBU Baru hingga Infrastruktur SPKLU

Jakarta, situsenergi.com PT Sigma Energy Compressindo Tbk menyiapkan langkah ekspansi agresif pada...

Verifikasi Emisi Listrik Diperketat, Kemenperin Dorong Industri Menuju NZE 2060

Jakarta, Situsenergi.com Kementerian Perindustrian memperkuat langkah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060...

Anggaran Subsidi BBM Aman Hingga Akhir 2026, Menkeu: Dana Kita Cukup!

Jakarta, situsenergi.com Pemerintah memberikan kepastian segar bagi masyarakat terkait keberlanjutan bantuan energi...