Home MIGAS PUSKEPI: Ketahanan Stok BBM Nasional Harusnya Bukan Hanya Tanggung Jawab Badan Usaha Migas
MIGAS

PUSKEPI: Ketahanan Stok BBM Nasional Harusnya Bukan Hanya Tanggung Jawab Badan Usaha Migas

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Stok bahan bakar minyak (BBM) Nasional pada dasarnya merupakan ketahanan stok BBM Nasional jadi seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab badan usaha migas seperti Pertamina saja, tetapi
pemerintah/negara punya tanggung jawab yang lebih besar terhadap hal ini.

“Semakin tinggi kemampuan stok BBM Nasional maka akan semakin bagus ketahanan stok nasional negeri ini,” kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria di Jakarta, Kamis (07/4/2022).

*Karena stock bbm menyangkut dan terkait erat dengan ketahanan energi dan ini adalah terkait dengan kepentingan bangsa yang sangat menyangkut hajat kepentingan bangsa ini , maka sudah saat nya stock bbm nasional ditangani sepenuhnya oleh negara dan atau pemerintah” tambahnya.

Lebih jauh ia mengatakan, ketahanan stok BBM Nasional harusnya tak dibebankan atau hanya menjadi tanggung badan usaha apalagi badan usaha “Non BUMN” seperti PT Patra Niaga yang telah resmi menjadi Sub Holdingnya Pertamina.

“Soal ini harus dipahami benar oleh pemerintah. Karenanya di masa pemerintah Jokowi ini jika soal stok BBM Nasional bisa dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah, maka ini akan menjadi hal yang luar biasa yang akan tercatat dalam sejarah dunia migas di Republik ini,” tukasnya.

“Sudah saatnya SKK Migas difungsikan untuk menyediakan dan bertanggung jawab terhadap stok BBM Nasional, apalagi SKK Migas adalah institusi nya pemerintah,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menegaskan bahwa strategic fuel reserve memang dikelola oleh negara.

“Kalau kami sekarang dengan 21 hari dengan harga sekarang itu bebannya senilai US$ 6,7 miliar. Jadi untuk memaintenance cadangan 21 hari, cadangan operasinya Pertamina ini idle money kita harus US$6,7 milyar,” kata Nicke di Komisi VII DPR RI, Rabu kemarin.

Nicke mengingatkan jika cadangan hari BBM ditambah, maka bisa dihitung berapa beban biaya yang akan dikeluarkan perusahaan milik negara tersebut.

“Kami berhitung, untuk menambahkan ke 30 hari saja itu nambah lagi US$3 miliar. Dan itu kami tidak sanggup,” tegas Nicke.

Ia juga meminta mengenai cadangan harus ada kebijakan dan alokasi untuk strategic fuel reserve yang bisa untuk menambah ketahanan energi nasional. Yang ada di Pertamina sebagai badan usaha adalah cadangan operasi.

“Dan menurut kami dengan sistem distribusi yang ada cadangan operasi yang ada 21 hari, sudah cukup untuk menjaga pasokan BBM dan juga Elpiji,” imbuh Nicke. (SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Terminal BBM Palaran Dikebut, SOFYANO ZAKARIA: Patra Niaga Jangan Berhenti Di Kaltim Daerah Lain Harus Menyusul

Jakarta, situsenergi.com Pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur, oleh PT...

Elnusa Gaspol Bangun Terminal Palaran, Progres Proyek Energi Lampaui Target

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk bersama Pertamina Patra Niaga mempercepat pembangunan Terminal...

PHR Gaspol Produksi Migas, EPF Baru di Libo GS Resmi Beroperasi

LIBO, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan Early...

CCS Indonesia Makin Ngebut, PHE Bidik Peluang Ekonomi Baru dari Karbon

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas langkah dekarbonisasi lewat pengembangan...