Jakarta, Situsenergi.com
Siapa yang menyangka bahwa pemadaman listrik total atau blackout bukan cuma masalah lokal yang bikin kita kesal sendirian? Faktanya, krisis energi berupa mati lampu massal ini menjadi ancaman global nyata yang mengintai banyak negara maju dan berkembang. Rekor buruk dunia bahkan mencatat lumpuhnya aktivitas ratusan juta orang sekaligus dalam satu waktu.
Berdasarkan data kompilasi Wikipedia – List of major power outages, ada 13 kejadian mati listrik besar di dunia sejak tahun 1999 hingga proyeksi tahun 2025. Fenomena global ini membuktikan bahwa tidak ada satu pun negara yang benar-benar aman dari risiko kelistrikan.
India Pecahkan Rekor Terburuk, RI Dua Kali Lumpuh
Sejarah mencatat pemadaman total di India pada Juli 2012 sebagai blackout terbesar di dunia. Peristiwa mengerikan ini melumpuhkan kehidupan 620 juta orang dalam sekejap.
Bagaimana dengan Indonesia? RI tercatat mengalami dua kali hantaman pemadaman massal yang cukup membekas. Pertama, peristiwa kelam melanda wilayah Jawa-Bali pada Agustus 2019. Kedua, kejadian serupa kembali terulang saat pemadaman total melumpuhkan wilayah Sumatera pada Juni 2024 kemarin.

Deretan Negara Korban Mati Lampu Massal
Selain India dan Indonesia, daftar negara yang pernah mengalami blackout listrik mencakup wilayah-wilayah lintas benua. Berikut rincian wilayah yang pernah gelap gulita akibat gangguan sistemik:
- Amerika Serikat & Kanada: Terkena dampak hebat Northeast Blackout.
- Brasil: Mengalami insiden yang terkenal dengan sebutan Southern Brazil blackout.
- Pakistan: Mengalami blackout nasional pada Januari 2023.
Negara Lain: Italia, Turki, Venezuela (dengan blackout nasional berkepanjangan), Argentina, Chili, serta Spanyol & Portugal.
Ancaman ini belum berakhir. Proyeksi data bahkan memprediksi Chili akan menghadapi pemadaman besar pada Februari 2025, menyusul Spanyol & Portugal pada April 2025.
Mengapa Pemadaman Total Terus Terjadi?
Banyak faktor yang memicu lumpuhnya sistem kelistrikan dunia. Mulai dari gangguan sistem dan cuaca ekstrem, hingga kegagalan infrastruktur. Selain itu, kesalahan manusia (human error) serta tindakan sabotase juga menjadi penyebab utama yang sering mengancam stabilitas energi global. (git)
Leave a comment