Home Uncategorized Kenaikan Harga BBM Harus Disikapi Bijak
Uncategorized

Kenaikan Harga BBM Harus Disikapi Bijak

Share
Kurangi Beban Subsidi BBM, Kebijakan Tegas Dinanti
Share

Jakarta, situsenergi.com

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax per 1 April 2021 lalu dikhawatirkan akan mendorong terjadinya migrasi konsumsi BBM ke Pertalite.

Anggota Komisi VI DPR-RI, Herman Khaeron menyikapi, peralihan konsumen Pertamax ke Pertalite harus diantisipasi mengingat pasokan Pertalite sebagai BBM penugasan terbatas pada kuota tertentu.

“Kami sudah komunikasi dengan Pertamina, namun dengan kenaikan harga crude oil, tentu juga subsidinya akan membengkak,” kata Herman dalam sebuah dialog di program Profit, Senin (04/04/2022).

Saat ini, kata dia, meski harga Pertalite masih sama namun efek kenaikan harga minyak mentah bisa meningkatkan anggaran subsidi energi ke Pertamina.

“Dan ini yang harus dipastikan betul ya, bahwa denga harga kenaikan minyak internasionaldan dengan tetapnya harga pertalite ini, harus dipastikan kebijakannya menunjang terhadap besaran subsidi,” kata dia.

Dia menambahkan, terkait kenaikan harga pertamax yang telah naik, harus disikapi positif. Pasalnya jika harga pertamax tidak sesuai dengan keekonomiannya atau harga yang dijual Pertamina, akan menganggu keuangan Pertamina.

“Justru kedepannya akan parah lagi jika Pertamina kehilangan kemampuan untuk menyiapkan suplay,” kata dia.(SA/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Regional 1 Sabet Penghargaan Tertinggi Berkat Program CSR Berkelanjutan

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 meraih penghargaan Best...

Groundbreaking Masela Jadi Sinyal Positif Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com Groundbreaking proyek LNG Abadi Masela yang dilakukan beberapa waktu lalu...

Produksi Migas PHE Capai 935 Ribu BOEPD, Cadangan Baru Bertambah pada Semester I 2026

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat produksi migas sebesar 935...

BLOK MASELA: Akhirnya Presiden Prabowo Mengeksekusinya

Oleh : Gunawan Adji* “Mengapa sebuah proyek strategis nasional dapat tertunda selama...