Home ENERGI Inilah Tantangan Hulu Migas 2018
ENERGI

Inilah Tantangan Hulu Migas 2018

Share
Kilang-Minyak
Kilang-Minyak
Share

Jakarta, situsenergy.com

Tantangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air pada tahun 2018 semakin besar. Apa saja tantangannya?

Selain harga minyak mentah di pasar dunia yang belum beranjak signifikan, kendati telah merangkak menjadi US$ 60 per barel, tetapi masih akan membebani pelaku hulu migas. Hal lainnya adalah Enhanced Oil Recovery (EOR). “Masalah EOR sudah mulai ada diskusi pada tahun ini. Tetapi ada beberapa EOR yang distop,” kata Ronald Gunawan, Indonesian Petroleum Association (IPA), pada sejumlah wartawan, Rabu (6/12) di Jakarta. Alasan penghentiannya karena dianggap kurang ekonomis.

Ronald yang baru menggantikan posisi Christina Verchere sebagai Presiden IPA menyatakan, EOR dianggap kurang ekonomis karena returnya tidak tinggi. “Agar ekonomis, ya returnnya harus tinggi,” ujar Ronald.

EOR adalah suatu metode yang digunakan untuk meningkatkan cadangan minyak pada suatu sumur dengan cara mengangkat volume minyak yang sebelumnya tidak dapat diproduksi atau bisa dikatakan EOR ini adalah optimasi  pada suatu sumur minyak agar minyak-minyak yang kental, berat, poor permeability dan irregular faultlines bisa diangkat ke permukaan.

Tantangan lainnya adalah Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 Tahun 2016 tentang Partisipating Interest (PI) 10% bagi daerah penghasil. “Ini  belum terlalu clear,” tandasnya.

Persoalan lainnya, ungkap Ronald, adalah skema Gross Split terkait aturan perpajakannya. “Sampai saat ini belum keluar peraturannya,” ujar Ronald.

Saat ditanyakan soal revisi Undang-undang (UU) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Nomor 22 Tahun 2001 yang sampai ini belum disahkan, Ronald menyatakan,” Bagi yang eksisting hal itu tidak masalah. Tapi mungkin bagi pelaku bisnis yang baru akan investasi akan jadi persoalan”. (Fyan)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...