Home ENERGI Tantangan Alih Kelola Sangat Berat, FSPPB Sayangkan PHR Dipimpin Eksternal
ENERGI

Tantangan Alih Kelola Sangat Berat, FSPPB Sayangkan PHR Dipimpin Eksternal

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyayangkan penunjukan Direksi pada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak usaha dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berasal dari kalangan eksternal. Hal itu merujuk pada ditetapkannya  Jafee Arizon Suardin sebagai Direktur Utama PHR.

Hal itu disampaikan Presiden FSPLB, Arie Gumilar kepada Situsenergi.com, saat dihubungi pada, Kamis (6/5/2021). Menurut Arie, kondisi demikian tidak baik untuk perusahaan, karena hal itu menghilangkan jenjang karier yang seharusnya ada.

“Sepanjang yang kami ketahui, penunjukan Direksi Anak dan Cucu Perusahaan dilakukan dengan mekanisme RUPS, namun masuknya figur dari luar perusahaan tentu sangat kami sayangkan. Direksi AP/CP Perusahaan seharusnya diisi dari internal sebagai jenjang karir dan pembinaan pekerja,” ujar Arie.

Arie mengatakan, tantangan alih kelola Blok Migas Rokan dari Chevron Pacific Indonesia kepada PHR bukanlah hal yang mudah. Selain harus menjaga agar penurunan produksi terkendali, hal-hal lain seperti permasalahan Oil Enchanced Recovery (EOR) dan alih kelola pembangkit listrik MCTN juga menjadi masalah serius yang harus diselesaikan.

“Banyak Pekerjaan Rumah besar yang harus segera dikerjakan oleh PHR, tanggal 9 Agustus 2021 tidak lama lagi. Kami berharap kinerja produksi blok rokan dapat ditingkatkan lagi menuju target produksi nasional 1 juta barrel per hari,” jelasnya.

Kemudian saat ditanya soal optimisme FSPPB terhadap kepemimpinan Jafee Arizon Suardin, Arie enggan menjawab dan meminta kami untuk mengkonfirmasi kepada pihak yang melakukan seleksi.

“Terkait pertanyaan ini, maka FSPPB tidak akan memberikan komentar, karena sepatutnya pertanyaan tersebut diberikan kepada pihak yang menunjuk figur tersebut,” pungkasnya. (SMU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...