Home ENERGI Holding BUMN Harus Sejalan Kebijakan Larangan Ekspor
ENERGI

Holding BUMN Harus Sejalan Kebijakan Larangan Ekspor

Share
Listrik Terancam Padam Akibat Ulah Para Pengusaha Oligarkis?
Direktur Eksekutif Indonesian Resourcess Study (IRESS), Marwan Batubara
Share

Jakarta, situsenergy.com

Pembentukan holding BUMN pertambangan seharusnya sejalan dengan kebijakan larangan ekspor mineral mentah dan konsentrat. Pasalnya, holding BUMN tersebut nantinya mengedepankan hilirisasi pertambangan yang mengutamakan pasokan bahan baku dalam negeri demi memajukan pertumbuhan industri hilir.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengungkapkan, holding BUMN pertambangan sangat strategis untuk memacu hilirisasi pertambangan. Bisnis inti dari BUMN yang berada di bawah Inalum, seperti PT Antam, PT Timah, PT Bukit Asam tersebut saling bersinergi, dari hulu ke hilir sehingga dapat menyediakan bahan baku industri dalam negeri secara efisien.

Di samping itu, holding BUMN juga tidak akan kesulitan dalam hal pasokan energi karena memiliki beberapa alternatif pasokan energi primer untuk kebutuhan smelter.

“Satu-satunya yang masih mengganjal holding BUMN ini adalah kebijakan relaksasi ekspor yang memperbolehkan PT Antam dan PT Timah dapat melakukan ekspor mineral mentah. Pemerintah perlu mencabut kebijakan ini agar mineral mentah dan konsentrat yang dihasilkan seluruhnya ditujukan untuk peningkatan nilai tambah dan pembangunan industri di dalam negeri,” kata Marwan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hilirisasi sumber daya alam memberikan kontribusi yang besar bagi negara karena dapat meningkatkan produk domestik bruto (gross domestic product/GDP) secara signifikan. Apabila seluruh produksi bauksit Indonesia diproses menjadi alumina dan alumunium di dalam negeri, maka nilainya akan meningkat tujuh kali lipat dibandingkan jika dijual bauksit mentah.

“Apabila hilirisasi bauksit dilakukan lagi dengan membuat laptop, mobil atau pintu maka nilainya 21 kali lipat dibandingkan material mentah,” terangnya.

Selain itu, Budi mengatakan, industri tambang akan mengalami perubahan model bisnis di masa mendatang. Tugas holding BUMN sektor pertambangan adalah memimpin perusahaan-perusahaan tambang menyambut perubahan tersebut. (ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...