Home ENERGI PLN Dorong Produktivitas Petani Buah Naga Lewat ‘Cahaya untuk Sang Naga’
ENERGI

PLN Dorong Produktivitas Petani Buah Naga Lewat ‘Cahaya untuk Sang Naga’

Share
PLN Dorong Produktivitas Petani Buah Naga Lewat 'Cahaya untuk Sang Naga'
PLN Dorong Produktivitas Petani Buah Naga Lewat 'Cahaya untuk Sang Naga'
Share

Jakarta, situsenergi.com

Melalui  Electrifying Agriculture  PLN terus mendorong peningkatan produktivitas pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya. Kali ini melalui PLN Peduli, PLN memberikan bantuan 500 lampu senilai Rp 70 juta guna meningkatkan produktivitas petani buah naga di Desa Sukamaju, Sinjai, Sulawesi Selatan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi, mengatakan lewat Electrifying Agriculture   PLN ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. “Kami ingin CSR kami, yaitu PLN Peduli dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan membuat masyarakat semakin sejahtera,” kata Agung Murdifi, kemarin.

Ditambahkannya, ‘Cahaya untuk Sang Naga’ melalui elektrifikasi pertanian buah naga ini dilakukan untuk meningkatkan produksi buah naga di luar musim panen. Peningkatan produksi dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik di malam hari dan di setiap pohon untuk membantu proses panen buah naga agar lebih cepat dan lebih baik.

“Ini merupakan modernisasi pertanian dengan menggunakan listrik. Dengan lahan terbatas bisa meningkatkan produksi buah naga hanya dengan pemberian lampu di setiap malam,” kata Agung.

Semantara, menurut seorang petani buah naga, Lukman, mengatakan produksi buah naga semakin meningkat selama menggunakan lampu. “Sebelum memakai lampu, biasanya membutuhkan waktu enam bulan untuk sekali panen. Namun dengan adanya lampu, kami hanya membutuhkan waktu sebulan saja. Jadi sekarang untuk sekali panen kami bisa lebih cepat enam kali dari biasanya,” kata Lukman.

Selain dapat mempercepat proses produksi, kaya dia, pemakaian lampu untuk buah naga juga bisa menambah pendapatan hingga lima kali.

“Alhamdulilah, biasanya untuk sekali panen, produksi buah naga bisa mencapai 3 ton dengan harga 10 Juta untuk di jual, tapi setelah menggunakan lampu bisa menghasilkan 5 ton dengan harga 50 Juta,” tandas Lukman. (mul/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...