Home ENERGI Proyek PLTS Cirata Resmi Dimulai
ENERGI

Proyek PLTS Cirata Resmi Dimulai

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Salah satu proyek strategis nasional (PSN) telah diresmikan dimulai yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas145 Megawatt. PLTS ini akan menerangi 50 ribu rumah dan mengurangi 200 ribu ton emisi karbondioksida per tahunnya.

Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas BKPM, Aries Indanarto menyampaikan bahwa pihaknya menjamin akan mengawal proyek prioritas yang berlokasi di waduk Cirata tersebut. PLTS ini nantinya akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

“Kami bersama dengan K/L (Kementerian/ Lembaga) dan pemerintah daerah terkait akan full support,” ujar Aries dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Berdasarkan data BKPM, nilai realisasi investasi yang dilakukan oleh Masdar hingga saat ini baru 1,97 persen dari total rencana investasi sebesar Rp1,8 triliun. Dengan pengawalan bersama, diharapkan angka realisasi investasi yang dilakukan dapat meningkat secara signifikan.

“Selama ini komunikasi dan koordinasi antara berbagai pihak juga berlangsung baik, sehingga izin-izin yang dibutuhkan oleh PLTS Cirata dapat diterbitkan,” kata Aries.

Sementara Direktur Mega Proyek PLN, Ikhsan Assad menambahkan bahwa PLTS Cirata akan menyumbang 23 persen kontribusi country-mixed energy dari sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2025. PLN menegaskan akan berupaya keras agar proyek ini berjalan dengan baik dan lancar.

PLTS Cirata merupakan pelaksanaan dari salah satu kesepakatan bisnis yang ditandatangani pada saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Abu Dhabi pada 12 Januari 2020 lalu. Peresmian yang dilakukan oleh PT PJB Masdar Solar Energi (PMSE) menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-UAE Week yang digelar oleh KBRI Abu Dhabi pada tanggal 15-21 Desember 2020.

“Maka dari itu PLN mendukung penuh target tersebut, dengan salah satunya meluncurkan Program Green Transformation yang terdiri dari berbagai pengembangan pembangkit EBT, pengembangan program Green Booster serta pengembangan pembangkit-pembangkit EBT berskala besar,” ungkapnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...