Home ENERGI Tak Ada Masalah di Amdal dan Investasi, PLTU Tanjung Jati B COD 2021
ENERGI

Tak Ada Masalah di Amdal dan Investasi, PLTU Tanjung Jati B COD 2021

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Head of Communication PT Cirebon Power Yuda Panjaitan memastikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi masalah yang menghambat dalam pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLTU Tanjung Jati B, berkapasitas 2 x 1000 MegaWatt (MW) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dia pun optimistis bahwa pembangkit listrik berbahan batubara itu akan selesai doi bangun dan bisa beroperasi (COD) pada 2021.

“BPMPT Jabar sudah menerbitkan kembali izin lingkungan untuk proyek ini pada Juli 2017. Hal ini berdasarkan Perpres 3 & 4 Tahun 2016 & PP 13 Tahun 2017. Sehingga, proses pembangunan proyek tetap berjalan seperti biasa, dan saat ini tengah fase land improvement,” ujar Yuda saat dihubungi, Jumat (20/10).

Yuda pun memastikan, jika dilihat progres pembangunannya, maka sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Listrik dengan PLN (Power Purchase Agreement/PPA) yang sudah ditandatangani dengan PLN bahwa proyek PLTU PLTU Tanjung Jati B akan COD pada 2021. Dia pun memastikan bahwa dari sisi pendanaan juga sudah tidak ditemui masalah atau sudah finansial clossing.

“Sejumlah bank & lembaga keuangan sudah menandatangani loan agreement untuk pembiayaan proyek PLTU Unit 2 Cirebon Power sejak April 2017,” jelasnya.

Sementara, dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan PT United Tractord (UNTR) Tbk, Sara K Loebis menyatakan, pembangunan PLTU Tanjung Jati B berkapasitas 2×1.000 MW masih terus berjalan dan tidak ada kendala. Sebagaimana diketahui UNTR merupakan kontraktor pelaksana pembangunan PLTU tersebut.

“Setahu saya tidak ada kendala tersebut (seperti yang dikatakan PLN). Nanti saya tanyakan ke PIC-nya. Ini kan masih tahap sangat awal karena target operasi baru di awal tahun 2021,” tuturnya.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebelumnya memproyeksikan adanya penundaan berbagai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Total kapasitas pembangkit yang ditunda pembangunannya lebih dari 4.000 Megawatt (MW).

Dipoyeksikan, pembangkit yang tertunda yakni tiga pembangkit jumbo. Diantaranya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon 2 (PLTU Cirebon) berkapasitas 1.000 MW, Tanjung Jati B (Unit 5 dan 6) berkapasitas 2 × 1.000 MW, serta PLTU Indramayu yang berkapasitas 2 x 1.000 MW. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...