Home LISTRIK Cuaca Makin Panas Tagihan Listrik Membengkak
LISTRIK

Cuaca Makin Panas Tagihan Listrik Membengkak

Share
Cuaca Makin Panas Tagihan Listrik Membengkak
Share

Oleh :
Sofyano Zakaria
Pengamat Kebijakan Energi

Cuaca panas yg dirasakan masyarakat di berbagai daerah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada pengeluaran rumah tangga, khususnya tagihan listrik.

Ketika suhu udara semakin panas, masyarakat otomatis meningkatkan penggunaan kipas angin dan pendingin ruangan (AC). Peralatan yg sebelumnya hanya dinyalakan malam hari, kini digunakan lebih lama karena udara panas masih terasa hingga malam, bahkan menjelang pagi.

Sebagai contoh, sebelumnya sebuah keluarga mungkin menggunakan kipas angin atau AC mulai pukul 19.00 hingga 05.00 pagi. Namun, akibat cuaca semakin panas, penggunaannya bisa dimulai pukul 17.00 dan baru dimatikan pukul 08.00 pagi.

Artinya, terjadi tambahan pemakaian sekitar lima jam sehari atau meningkat 50 persen. Jika berlangsung selama sebulan, tentu konsumsi listrik berpotensi meningkat cukup signifikan.

Masyarakat sering tidak menyadari bahwa perubahan kebiasaan tersebut pada akhirnya akan tercermin dalam rekening listrik bulanan.

Masyarakat menghadapi dua tekanan sekaligus: harus mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan udara sejuk, tetapi juga harus menanggung tagihan listrik yang semakin besar.

Data BMKG menunjukkan bahwa suhu rata-rata Indonesia pada Juni 2026 mencapai 27,3°C, dengan anomali positif 0,7°C. Pada Juli tercatat 27,0°C dengan anomali 0,8°C. Kemudian Agustus mencapai 27,22°C dengan anomali 0,95°C, sedangkan September meningkat menjadi 27,58°C dengan anomali positif 0,95°C dibandingkan normal klimatologis.

Sementara itu, di Sumatera Selatan, suhu maksimum absolut Oktober 2026 tercatat mencapai 37,5°C, lebih tinggi dibandingkan Agustus sebesar 37,0°C dan September 36,4°C.

Data tersebut memperlihatkan bahwa keluhan masyarakat mengenai cuaca panas memiliki dasar. Namun, suhu maksimum suatu daerah tentu tidak bisa disamakan dengan suhu rata-rata nasional.

Pemerintah dan PLN perlu melihat persoalan ini secara lebih luas. Jangan sampai ketika masyarakat mengeluhkan kenaikan tagihan listrik, jawabannya hanya bahwa pemerintah tidak menaikkan tarif listrik.

Memang benar tarif listrik tidak naik. Tetapi tarif yg tetap bukan berarti tagihan pelanggan juga akan tetap sama.
Ketika durasi penggunaan peralatan listrik meningkat, konsumsi energi pun pasti bertambah.

Saya sependapat dengan Ketua YLKI, Niti Emiliana, yang mengingatkan bahwa tidak naiknya tarif listrik tidak serta-merta menghilangkan persoalan konsumen apabila terdapat peningkatan tagihan yang tidak dapat dijelaskan secara transparan.

YLKI juga mengimbau masyarakat bijak menggunakan listrik, memperhatikan pola konsumsi, memastikan instalasi listrik memenuhi standar keselamatan, serta melakukan pemeriksaan secara berkala. Penggunaan stopkontak berlebihan dan kabel rusak juga harus dihindari untuk mencegah korsleting dan kebakaran.

Namun, edukasi kepada konsumen sangat bijak jika diikuti oleh PLN dengan memberikan informasi yang transparan. MPelanggan perlu memperoleh kemudahan membandingkan histori pemakaian listrik dan mengetahui penyebab lonjakan tagihan.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PLN juga perlu mengkaji hubungan peningkatan suhu udara dengan konsumsi listrik rumah tangga.
Kajian ini penting untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik sekaligus merumuskan kebijakan efisiensi energi.

Sebaiknya Jangan hanya meminta masyarakat berhemat, tetapi tidak memberikan informasi dan fasilitas yang memadai untuk mengendalikan konsumsi listrik.

Masyarakat tidak bisa disalahkan karena ingin mendapatkan kenyamanan di tengah cuaca yang semakin panas. Jangan sampai mereka harus memilih antara menahan gerah atau menanggung tagihan listrik yang semakin membebani.

Sekolah di Kupang Dapat Suntikan Baru, Pertamina NRE Benahi Sanitasi SD Alak Kupang, Situsenergi.com Fasilitas sanitasi UPTD SD Negeri Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian baru. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyalurkan bantuan untuk memperbaiki sarana sanitasi yang digunakan siswa dan guru. Pertamina NRE menentukan bantuan tersebut setelah melakukan rapid assessment pada 25 September 2026. Tim perusahaan bertemu pihak sekolah sekaligus melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sebelum menentukan kebutuhan yang perlu mendapat dukungan. Berawal dari Cek Langsung ke Sekolah Penyerahan bantuan berlangsung di UPTD SD Negeri Alak pada Kamis (1/10/2026). Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Alak Marlin Koreh. John mengatakan perusahaan ingin memastikan program sosial memberikan manfaat yang benar-benar terasa bagi penerima. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun para guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar,” ujar John. Menurutnya, Pertamina NRE memilih bentuk bantuan berdasarkan kebutuhan yang perusahaan temukan langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat program tanggung jawab sosial perusahaan lebih relevan dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap program CSR Pertamina NRE hadir berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan benar-benar dapat dirasakan secara langsung,” tambah John. Sanitasi Jadi Perhatian Sri Nur Hidayati menilai fasilitas sanitasi memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman. “Melalui bantuan ini, Pertamina NRE berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan sekolah, khususnya fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari oleh siswa dan guru,” kata Sri. Bagi pihak sekolah, dukungan tersebut membantu meningkatkan kelayakan fasilitas yang menunjang aktivitas sehari-hari. Marlin Koreh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pertamina NRE terhadap kondisi sarana sekolah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina NRE atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Perbaikan fasilitas sarana sekolah seperti ini sangat membantu sekolah dalam menyediakan sarana yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun guru,” ujar Marlin. Pertamina NRE Kejar Manfaat yang Nyata Bantuan untuk SD Negeri Alak menjadi bagian dari komitmen Pertamina NRE dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan berbasis kebutuhan penerima manfaa

Listrik merupakan kebutuhan dasar. Kenyamanan memperoleh udara sejuk jangan sampai menjadi kemewahan yang semakin sulit dijangkau masyarakat.
[]

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bukan Cuma Bangun Pembangkit, BAPPISUS Soroti Masa Depan Listrik PLN

Jakarta, Situsenergi.com Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) RI meminta PT...

PLN Kejar 199 Desa di Papua, 128 Desa Sudah Terang Sepanjang 2026!

Papua, Situsenergi.com PLN tancap gas memperluas akses listrik hingga pelosok Tanah Papua....

PLN Sabet Penghargaan Nasional Dua Tahun Beruntun, Skor JKN Tertinggi di Antara BUMN!

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) kembali membuktikan komitmennya terhadap perlindungan pekerja dengan...

PLN Sabet 2 Penghargaan Gender 2026, Program Perempuan Tembus 327 Ribu Orang!

Jakarta, Situsenergi.com PT PLN (Persero) meraih dua penghargaan dalam ajang UN Women...