Jakarta, Situsenergi.com
PT PLN (Persero) meraih dua penghargaan dalam ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026. Capaian ini mengakui upaya PLN membangun lingkungan kerja inklusif sekaligus memperluas pemberdayaan perempuan di berbagai daerah.
PLN meraih predikat Winner Gender Inclusive Workplace dan First Runner Up Community Engagement and Partnership dalam penghargaan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Tak hanya di lingkungan perusahaan, PLN juga memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui program sosial. Sepanjang 2025, perusahaan menjangkau 327.415 perempuan melalui 139 program pemberdayaan berbasis gender di seluruh Indonesia.

PLN Siapkan Ruang bagi Perempuan Jadi Pemimpin
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, menjelaskan bahwa perusahaan terus memperluas kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan karier dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
PLN juga menyediakan kebijakan kerja fleksibel, cuti ayah selama 30 hari, cuti melahirkan 120 hari, serta cuti dua hari untuk merawat anggota keluarga yang sakit.
“Pengembangan perempuan bukan hanya tanggung jawab pengelola human capital, melainkan juga seluruh pemimpin di PLN. Setiap pemimpin memiliki peran dalam mendorong lahirnya generasi perempuan yang siap menjadi pemimpin di berbagai level organisasi,” ujar Nurlely.
Pemberdayaan Perempuan Jangkau Berbagai Daerah
PLN menjalankan program pemberdayaan melalui Srikandi Movement dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini menyasar kelompok rentan, perempuan masyarakat adat, perempuan kepala keluarga, serta pelaku usaha yang mengembangkan potensi lokal.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, menyoroti pentingnya kesempatan kerja yang setara. Ia menyebut partisipasi perempuan dalam angkatan kerja Indonesia masih sekitar 56%, sedangkan laki-laki mencapai 84%.
Sementara itu, Country Representative and Liaison for ASEAN UN Women Indonesia, Ulziisuren Jamsran, menilai para penerima penghargaan berhasil menerjemahkan komitmen kesetaraan gender menjadi tindakan nyata.
“Para pemenang WEPs Awards 2026 telah menerjemahkan komitmen menjadi aksi dan hasil nyata,” kata Ulziisuren.

Nurlely menegaskan, pemberdayaan jangka panjang membutuhkan pendampingan, keterampilan, akses pasar, dan kesempatan usaha agar perempuan dapat membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. (*)
Leave a comment